Demi Kucing
Demi kucing di rumah, aku pernah melakukan banyak hal. Menyimpan ayam goreng jatah rapat, misalnya. Atau berhemat-hemat agar para kucing bisa makan yang lebih baik dari yang biasa kusantap.
Budak kucing. Melihat wajah mereka yang memelas, aku suka tidak tega.
Dulu waktu masih di kosan, kami dilarang memelihara kucing. Hingga suatu ketika ada dua kucing main di depan pintu kamarku. Kedua kucing ini kotor dan buruk rupa. Tapi entah kenapa aku kemudian begitu menyayanginya. Kuberi nama mereka Buyung dan Upik.
Malam ini aku teringat kepada mereka. Mereka kucing jalanan yang sudah tua. Bulu mereka sudah rontok dan banyak sisa-sisa perkelahian di tubuh mereka.
Aku kasihan kepada mereka. Aku sengaja membeli ikan tongkol dan ikan cue untuk mereka pada jam istirahat. Sebagian untuk lauk makanku dan sebagian untuk mereka.
Jika ada jatah makan siang dari rapat, aku suka makan di kubikelku. Lalu kusisihkan sebagian untuk mereka.
Ada kalanya aku tak sempat berbelanja, sehingga mereka makan apa saja yang aku punya. Ada kalanya nasi dan cumi asin. Saat itu pengetahuanku tentang makanan kucing kemasan sungguh rendah.
Hingga suatu ketika aku tak punya makanan selain mie instan. Saat itu Sabtu siang dan kantor libur. Melihat mereka yang lapar, aku pun berjalan kaki jauh demi membelikan mereka makanan, nasi dan ikan.
Ada kalanya aku biarkan mereka masuk kamar dan minta dielus. Saat itu dalam benakku, mereka sudah lama hidup menderita di jalanan. Aku ingin mereka merasakan cinta kasih manusia.
Tapi ceritaku bersama mereka tak berlangsung lama. Ibu kosku tahu ada kucing suka main di loteng di kamar kosku. Aku kemudian tak pernah lagi melihat mereka.
Lagi-lagi demi kucing, aku selalu membawa pulang ayam goreng jatah rapat untuk Nero. Dulu aku malah berharap menu makan siang rapat adalah ayam agar aku bisa membawa pulang untuknya. Aku cukup makan selebihnya, tempe bacem, sayuran, atau aku bisa pergi ke kantin untuk membeli lauk lainnya.
Kini demi kucing aku rela berhemat. Aku rela masak sendiri, berhemat dengan tidak membeli kopi kemasan, agar bisa membelikan makanan kucing yang layak buat mereka.
Ah demi kucing. Apa yang telah kalian korbankan untuk mereka?

Kasih sayang yang manis sekali đ©”
Manis juga pahit hehehe
Stop beli skincare (cukup minum air putih, berwudhu, & mandi) supaya para kucing makannya lebih sering wet food, Mbak Puspa hehehe… â€đ±
Sad but trueđș