Joy
Ketika kita dihadapkan pada kemalangan dan kesialan beruntung, kita cenderung larut dalam kesedihan. Pada saat itu kita seolah-olah merasa mendapat hukuman atau ujian dari Tuhan. Pada kondisi tersebut ada kalanya kita lupa bahwa masih ada joy alias hal-hal yang sebenarnya bisa membuat kita gembira.
Banyak hal di sekeliling yang bisa membuat kita merasa sukacita dan gembira. Hal-hal sederhana yang membuat hati kita semarak misalnya kicau burung-burung yang hinggap di pepohonan atau di halaman. Atau, ulah si kucing nakal yang menggemaskan.
Apabila kesedihan dan nestapa dilupakan dalam warna itu kelabu dan hitam, maka kegembiraan memiliki banyak warna. Ia bisa kuning, merah, atau hijau. Ya, semua yang berwarna ketika terselubung oleh hitam maka jadi tidak terlihat.
Kemalangan seringkali tak bisa dihindari. Namun jangan terus larut oleh rasa bersalah dan penyesalan. Hidup juga tidak selalu kelabu, ada banyak warna di sana.
Ya, aku juga masih sering merasa anxiety dan muram. Aku juga masih berupaya mengatasinya. Tapi jika aku larut dalam perasaan kelabu itu maka aku bakal rugi besar. Aku masih punya orang-orang baik, kucing-kucing lucu, dan segala hal yang bisa membuatku gembira dan merasa cukup. Gembira dan sedih akan selalu hadir di hidup kita, ia akan terus beriringan mungkin juga beririsan.
