Gurami
Ayahku dulu hobi memancing. Ia gemar sekali memancing saat akhir pekan dan liburan. Alhasil kami dulu pernah sangat bosan menyantap ikan mas, mujair, dan gurami. Kemudian, hobi ini diwarisi keponakanku, ia ternyata juga ahli memancing.
Aku tak tahu kapan ia mulai tergelitik memancing. Anak-anak ayah tak ada yang hobi mengail. Hobi ini melompat ke cucu laki-laki. Tiba-tiba, tak perlu waktu lama ia jadi pandai memilih umpan dan memainkan pancing untuk menarik hati para ikan.
Kemarin ia berhasil mendapatkan lika ekor gurami. Ia pun melangkah pulang dengan langkah tegap dan bangga sekali. Satu guraminya juga ukurannya lumayan besar, aku pun memuji.
Hari ini kami berbuka puasa dengan gurami yang dimasak dengan tumis bawang, cabe ,tomat, dan ditambah kecap manis. Rasanya gurih dan asap manis. Sedap.
Eh kemudian terdengar bunyi bel rumah. Aku bengong yang nampak depan pintu adalah dua kucing bundel. Tamunya ternyata ada di samping kanan.
Setelah tamu pulang, aku telah menyiapkan kepala dan ekor gurami yang telah kucuci bumbunya. Dua kucing bundel memangggil kawan-kawannya. Lima ekor kucing pun ikut mencicipi gurami hasil memancing.
Aku mengumpulkan kawan kucing juga di sini😅🤣. Semoga mereka sopan dan tidak nakal. Mereka pun menghabiskan gurami dengan cepat.
