Ada Kapak Wiro Sableng di Museum Malaysia

Kapak Wiro sableng

Aku tertegun ketika membaca penjelasan salah satu koleksi yang dipajang di Muzium Negara Malaysia. Kapak Wiro Sableng? Tidak salah nih. Ya, tulisannya memang seperti itu. Ada koleksi bernama Wiro Sableng di antara koleksi senjata dan peninggalan kerajaan Melayu awal di Nusantara yang di dalamnya membahas kerajaan di Jawa dan Sumatera.

Dalam penjelasan tentang Wiro Sableng disebutkan bahwa senjata tersebut berusia lebih dari satu abad. Bagian pangkalnya berbentuk seperti mata kapak dan bersarung. Digunakan dalam adat-istiadat kerajaan di tanah Jawa.

Aku kemudian sibuk memerhatikan kapak Wiro Sableng tersebut. Bentuknya berbeda dengan kapak yang dimiliki oleh Wiro Sableng dalam cerita fiksi. Bentuknya menurutku agak mirip dengan perpaduan kapak dan trisula di bagian ujungnya. Detail ukirannya seperti aliran air dalam keris.

Kapak Wiro sableng

Kapak Wiro Sableng di Museum Malaysia

Kapak Wiro sableng

Penjelasan Kapak Wiro Sableng di Muzium Negara Malaysia

Kapak Wiro sableng

Kapak milik Wiro Sableng dalam film (sumber gambar: CNN)

Sementara kapak milik Wiro Sableng dalam film seperti kapak milik bangsa Viking dan bangsa kurcaci dalam film. Ada motif yang melambangkan empat unsur juga tulisan 212.

Tambahan informasi dari Pak Bobby karena aku lupa-lupa ingat dengan penjelasan kapak Wiro Sableng dalam buku, nama lengkap kapaknya itu Kapak Naga Geni 212. Deskripsi kapaknya itu tangkainya pendek dan warna mata kapaknya putih. Kalau dilempar kayak bumerang sehingga bisa balik lagi. 

Sambil bengong mengamati kapak tersebut, aku bertanya-tanya apakah Bastian Tito, pengarang Wiro Sableng, terinspirasi dari kapak kuno asli Jawa tersebut dalam menamakan karakternya. Wah dari mana ya museum di Malaysia tersebut mendapatkan kapaknya? Ini sesuatu yang menarik.

Gambar dokumen pribadi dan CNN

~ oleh dewipuspasari pada Mei 25, 2024.

4 Tanggapan to “Ada Kapak Wiro Sableng di Museum Malaysia”

  1. Coba tanya, apa Malaysia simpan tongkat si buta dari gua hantu? Hmmm penasaran.

Tinggalkan Balasan ke dewipuspasari Batalkan balasan