Hobi Memancing dan Pengorbanan

Kawan-kawan, apa hobimu? Apakah memancing, menjahit, mengumpulkan miniatur pesawat atau membaca? Hobi itu memang mengasyikkan dan bisa jadi pengisi waktu luang yang bermanfaat. Namun, ada kalanya untuk melakukan hobi itu pengorbanan, dari waktu hingga pengeluaran lebih.

Aku punya tetangga semasa tinggal di kota Malang yang sangat hobi memancing. Ia sangat klop dengan ayahku yang juga gemar memancing. Dulu ayahku memancing hanya sekedarnya, tapi ketika mereka dekat wah bisa jadi gila-gilaan dan membuat anak-anaknya merasa terheran-heran.

Tetanggaku itu dulunya kontraktor sehingga ia merasa tak usah cemas dengan urusan mencari duit. Pernah ia melakukan maraton memancing, setiap hari selama sebulan pekerjaannya itu memancing. Untung ayahku nggak ikut-ikutan, bisa ibuku kebingungan untuk mencari penghasilan.

Nah yang bikin aku dan kakakku sewot waktu ayahku memancing adalah pakannya. Widih pakannya itu super, bikin manusia itu iri. Pakannya itu bukan cacing atau makanan khas ikan, melainkan pelet yang dibuat dari adonan khusus. Bahannya adalah mie instant, marie Regal, dan susu Dancow. Keren kan. Semua bahan itu digiling lalu diaduk, dibuat bola-bola kecil. Hasilnya adalah ikan mas yang gendut-gendut.

Awalnya kami senang mendapat ikan tangkapan ayah. Oleh Ibu ikan mas itu dimasak beragam makanan, dibuat acar, diberi kecap seperti semur, atau dibuat pepes pedas. Tapi karena hampir setiap akhir pekan ayahku memancing, kami pun eneg. Eneg luar biasa. Sampai-sampai aku rela kuberikan ke kucingku. Kucingku sendiri mungkin juga eneg. Akhirnya ikan itu kami berikan ke tetangga dan saudara-saudara.

Ayahku tak kapok, kini berganti memancing ikan gurami. Awalnya kami juga menyambut dengan suka cita. Tapi kemudian kami bosan menyantap gurami goreng, gurami bakar, pepes gurami, acar gurami, gurami masak kecap, bola-bola gurami, dan masih banyak lagi. Melihat ikannya mentahnya saja kami udah malas.

Gara-gara keseringan memancing, kami jadi bosan makan ikan. Sampai sekarang aku masih bosan menyantap mujair, gurami, dan ikan mas karena teringat suatu momen kami memakan ikan tersebut berhari-hari karena ayah menang lomba.

Untunglah ayahku sudah tidak memancing lagi. Kalau misalkan ingin lagi sebaiknya memancing di laut karena ikannya lebih beragam. Ikan tuna, ikan tongkol, ikan kembung…heemmmm.

Gambar: pexels

Iklan

~ oleh dewipuspasari pada Oktober 25, 2017.

12 Tanggapan to “Hobi Memancing dan Pengorbanan”

  1. Memancing konsumen aku suka..šŸ‘šŸ˜

  2. Aku mending makan ikannya. Mancing is boring. Hihihi…

  3. Kalo saya hobi memancing kemarahan..wkwkw

    Hmm…tapi pasti berasa bosen tuh ama makanan laut karena dah makan ikan terlalu sering.

  4. Aku juga suka memancing memang sih kalau memancing itu harus sabar nunggu ikannya… Tapi kalau udah dapat pasti perasaan sangat senang.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: