Hujan Itu Romantis, Bukan?!

Kucing berpayungHujan membuatku menjadi pujangga dadakan. Begitu banyak puisi cinta dan renungan yang ingin kugelontorkan, karena mengalir begitu deras di benak.

Di antara sekian banyak jenis hujan, aku jatuh hati dengan gerimis. Gerimis itu syahdu. Gerimis itu cantik. Gerimis ibarat penutup wajah seperti tirai yang biasa dikenakan pengantin yang mengenakan adat Betawi. Ada sesuatu yang samar menutupi sehingga terkesan misterius.

Omong-omong aku punya kejadian ajaib berhubungan dengan gerimis. Mungkin kamu tak percaya jika aku berkata bahwa aku pernah menyaksikan kucing berpayung. Ya, payung itu dipegang dengan salah satu kaki depan si kucing. Ada kalanya ia berjalan dengan merangkak, namun lebih sering ia berdiri dengan dua kaki.

Aku melihatnya dua kali. Kali pertama si kucing menangis lirih saat gerimis, sehingga membuatku juga ingin menangis meski tanpa sebab. Dan yang kedua, kucing itu tersenyum. Wajahnya nampak hepi. Kalau melihat penampilan dari sorot mata dan bulunya sepertinya mereka kucing yang berbeda. Apakah sedang ngetren ya kucing berpayung?!

Oh iya mengapa kubilang gerimis itu romantis? Mungkin kamu bingung jika aku berkata pernah berjumpa dengan pria yang menggunakan bentuk dan warna payung yang sama yang dipakai si kucing hepi itu. Tidak hanya itu sorot mata dan senyuman kucing itu juga mirip dengan si pria. Asumsiku kucing itu wujud lain dari si pria tersebut.

Oke, oke mungkin itu bukan hal yang romantis, malah mengerikan. Tapi coba lihat dari sudut yang berbeda. Siapa tahu gadis yang naksir dan ditaksir si pria itu sebenarnya juga gadis kucing, gadis yang juga bisa berubah jadi kucing. Mereka jadinya satu kaum, jadi tidak nampak mengerikan, bukan?!

Hari ini masih pagi dan di sekelilingku sedang gerimis. Melihat hujan yang seperti tirai, aku jadi ingin jalan-jalan berpayung. Mumpung sepi.

Kuambil payung dan aku mulai berjalan. Gerimis membuat suasana menjadi melankolis. Entah mengapa aku terdorong untuk menangis lirih.

Tangisanku  kemudian mulai susah keluar karena emosiku bercampur aduk. Tubuhku keluar bulu tebal seperti mantel. Kulihat bayanganku di genangan air, sebenarnya aku telah tahu fakta ini namun mengingkarinya.

Kucing yang menangis lirih di hujan pagi hari pada bulan Juni itu aku.

Gambar buatan Maia Parisha

~ oleh dewipuspasari pada Juni 7, 2024.

2 Tanggapan to “Hujan Itu Romantis, Bukan?!”

  1. Kok jadi sedih ya?

Tinggalkan Balasan ke Ayu Frani Batalkan balasan