Dullah dan Museum Pribadinya
Siapa yang tak mengenal pelukis bernama Dullah? Pelukis dengan gaya realis yang pernah menjadi pelukis istana pada masa Presiden Soekarno ini dikenal lewat lukisannya yang berjudul Ibu.
Lukisan tersebut memperlihatkan seorang ibu yang sedang menyusui. Namun, lukisan mendiang Dullah bukan hanya itu. Ia dikenal sebagai pelukis yang produktif dan punya banyak murid. Koleksi lukisan karya dirinya dan karya pelukis terkenal disimpannya dalam museum pribadi yang terbuka untuk umum, yaitu Museum Dullah.
Museum ini terletak di Solo yang merupakan tempat kelahirannya. Museum ini mulai didirikan tahun 1985 dan pembangunan serta koleksinya dilakukan secara bertahap.
Museum ini kemudian diresmikan pada Agustus 1988 dan terbuka secara umum. Namun setelah Dullah meninggal pada tahun 1996, museum ini menerapkan kunjungan terbatas. Pengunjung harus mengajukan permohonan kunjungan seperti keperluan penelitian dan lainnya.
Siapa Dullah? Pelukis kelahiran September 1919 ini adalah putra pedagang batik. Ia pandai melukis dan ia juga kerap menggambar situasi pada perang revolusi melawan bangsa penjajah bersama para muridnya yang waktu itu masih belia. Mereka melukisnya diam-diam.
Saat Bung Karno menjadi presiden, ia sempat menjadi pelukis istana dan kerap melukis orang-orang uang ditemuinya. Lalu ia sempat tinggal di Bali dan membuka kursus melukis, sebelum kembali ke Solo dan membuka museum di sana.
Ia dikenal sebagai pelukis yang produktif. Selama hidupnya ia menghasilkan lebih dari seribu lukisan. Sebagian koleksinya ia pamerkan di museum pribadinya. Di tempat lain ada lukisan para muridnya tentang revolusi. Juga ada bagian yang berisikan koleksi pelukis terkenal seperti Basoeki Abdullah dan Raden Saleh.
Informasi lebih komplet tentang Dullah bisa dibaca di buku yang ditulis oleh para penulis PDAT yang diterbitkan oleh Tempo Publishing. Buku tersebut berjudul Berkunjung ke Museum Dullah yang bisa dipinjam di iPusnas.
Aku sendiri belum pernah ke museum ini. Nanti apabila ke Solo, rencananya akan kujadwalkan ke sini.
Sumber gambar: Detik, Tribun
