Corong Kucing

Corong kucingNaura Junior telah pulang ke rumah. Rupanya kondisinya belum begitu membaik. Matanya masih merah berair dan ia juga masih diare. Akhirnya pengobatan kulanjutkan di rumah. Namun, dokter mensyaratkan untuk memasang corong alias collar ke leher Naura.

Rupanya mata Naura yang merah berair gara-gara karena ia suka menggaruk-garuk matanya. Mungkin karena gatal. Yang awalnya hanya satu mata bermasalah, kini jadi dua mata.

Agar tidak digaruk-garuk terus maka dipasangnya corong agar bagian wajah plus matanya terlindungi. Dua kali dalam sehari, aku juga memberinya salep mata agar matanya kembali baikan.

Duh Naura belum pernah pakai collar. Setiba di rumah, ia mengamuk pakai corong kucing. Ia sengaja menubruk-nubrukkan badannya agar collar tersebut terlepas dari badannya.

Dua anak kucing lain, Opal Junior dan Panda Cemong bengong melihatnya. Rupanya keduanya merasa asing dengan penampilan baru Naura. Keduanya lari ketakutan ketika Naura menghampiri.

Eh corongnya nampaknya kurang rapat. Tak lama posisi corong sudah seperti pakaian bawahan, kedua kaki depan Naura sudah masuk ke dalam corong.

Duh ada-ada saja.

Terpaksa corong kulepas untuk kupasang lagi.

Memasang corong sendirian itu tantangan. Eh Naura melompat, berhasil kabur.

Aku pun kejar-kejaran dengan Naura. Ketika ia berhasil kutangkap dan corong berhasil kupasang, eh tak sampai 15 menit sudah jadi semacam bawahan lagi. Kupasang lagi dan lepas lagi. Hingga aku kesal, ia kupasangi corong dan kumasukkan kandang.

Corong kucing
Naura tak menyerah. Ia mengamuk dan mengomel kencang juga terus-terusan. Kupingku sampai rasanya cempleng mendengarnya.

Ketika kandang kubuka cul Naura berhasil ucul eh kabur. Corongnya juga lepas. Ia nampaknya tertawa-tawa kabur ke halaman.

~ oleh dewipuspasari pada September 21, 2024.

Tinggalkan komentar