Kisah Anjing yang Berani Bermimpi
Buku The Dog Who Dared to Dream ini bercerita tentang anjing ras sapsali bernama Bulu Panjang. Ia berbeda penampilan dengan saudara dan ibunya, sehingga merasa teralienisasi. Bulunya tebal, panjang, dan menutupi wajahnya.
Suatu ketika Bulu Panjang melihat saudaranya meninggal lalu ibu dan saudaranya yang lain diculik. Ia takut, marah, dan begitu sedih karena tak berhasil menyelamatkan mereka. Sejak itu ia hanya ingin punya keluarga dan majikan yang menyayanginya. Namun majikannya kerap mengkhianatinya, dengan menjual anak-anak yang dilahirkannya.
Cerita disampaikan dari sisi anjing dan kawan-kawannya. Mereka bercanda, bertengkar, dan juga ada kalanya ketakutan dengan hal-hal yang dilakukan majikan mereka dan para manusia.
Cerita disampaikan dengan mengalir, meski banyak kesedihan yang ditemui Bulu Panjang daripada kebahagiaan yang disampaikan di sini. Kawan-kawan Bulu Panjang juga kurang menarik karena juga punya intensi yang kurang bagus ke Bulu Panjang. Ada kucing dan ayam yang di sini digambarkan culas.
Bagian yang menurutku paling menyedihkan ketika anak Bulu Panjang akhirnya pulang ke rumah. Gori, anaknya, pulang dengan ketakutan dan penuh luka. Rupanya ia kerap disiksa oleh majikan barunya. Ketika Bulu Panjang bertatap dengannya, ia tak banyak bisa berbuat apa-apa. Ia merasa lemas dan tak berdaya melihat anaknya kemudian lemas dan tak bernyawa.
Ceritanya memang depresif dan suram. Jika suasana hatimu sedang tidak baik, mungkin kamu akan merasa akan lebih buruk setelah membaca buku ini. Apalagi cerita banyak dikisahkan saat musim dingin, ketika mereka kekurangan pangan, sehingga rasanya cerita begitu muram.
Namun buku ini bagiku menyentuh dan bikin haru, meski mungkin tak akan jadi buku favoritku. Usai membaca, aku memeluk dan mengelus para kucingku, untuk menepis rasa sedih imbas dari membaca buku ini.
Detail Buku:
Judul Buku: The Dog Who Dared to Dream
Penulis: Hwang Sun-Mi
Penerbit: Penerbit Baca
Tahun Rilis: 2020
Tebal: 256 hal
Genre: Fiksi, fabel
