Just Pretend Langsung Bikin Jatuh Hati dengan Bad Omens

Bad OmensKadang-kadang hanya perlu satu karya untuk membuat dunia memperhatikanmu. Setelah merilis tiga album, tembang Just Pretend menjadi hits dan melambungkan nama Bad Omens ke jajaran musisi rock dunia. Tembang ini juga membuatku jatuh hati dengan band satu ini dan ingin mengenal musiknya lebih dalam.

Sekilas mendengar lagu ini, aku langsung teringat dengan Bring Me the Horizon. Musik dan gaya bernyanyi vokalis Band Omens mengingatkanku pada band Inggris tersebut. Demikian juga dengan tema album ketiga band ini yang dirilis tahun 2022

Namun setelah mendengar kali kedua, ketiga, dan seterusnya, aku merasa lagu ini unik. Aku ingin mendengarnya lagi dan lagi, terutama bagian sepertiga terakhirnya.

Lagu ini diawali dengan musik dan gaya bernyanyi yang lembut dan melodius. Bagian bridge langsung menarik perhatian dengan liriknya yang berulang dan berima.

So will you wait me out
Or will you drown me out

Bagian chorus-nya kemudian menggebrak dengan musik yang lebih keras. Liriknya lebih suram. Jika membaca dan mendengar keseluruhan liriknya, lagu ini bercerita tentang hubungan sepasang kekasih yang putus nyambung. Mereka memiliki hubungan yang toksik, mereka terus terikat namun seperti tak sadar bila hubungan tersebut menyakiti.

Bad omens Bisa jadi lagu ini tentang patah hati. Ketika ditinggalkan si mantan kekasih, si pria merasa tak berarti dan masih berharap hubungan mereka bakal kembali.

Bagian lagu yang membuatku tertegun dengan gaya bernyanyi, lirik, dan emosi dalam lagu ini adalah bagian sepertiga terakhirnya. Aku seperti merasa pedih dan depresifnya di bagian tersebut.

Lirik tersebut yang menurutku indah, emosional, namun juga sedih yakni:

Weigh down on me, stay ’til morning
Way down, would you say I’m worthy?

Just pretend

Aku mendengar lagu ini lagi dan lagi terutama bagian weigh down. Bagian tersebut yang paling emosional dan menyentuh, dari lirik, vokal, dan musiknya. Falsetto-nya juga keren. Oh iya lagu Just Pretend ini memiliki nuansa suram yang mirip-mirip dengan lagu lawas mereka berjudul Enough, Enough Now yang dirilis tahun 2016.

Omong-omong tentang Bad Omens, band ini pernah dirumorkan akan menemani konser Bring Me The Horizon di Jakarta di NexFest. Sayangnya hanya sebatas rumor.

Bad Omens merupakan band asal Virginia yang didirikan tahun 2015. Band ini beranggotakan Noah Sebastian, Nicholas Ruffilo, Joakim Karlsson, dan Nick Folio.

 

Saat ini band yang beraliran metalcore ini kerap manggung. Oh iya gaya bernyanyi Sebastian yang versatile, kadang melodius, dan juga bisa melakukan scream dan falseto memang mengingatkanku pada Oliver Sykes-nya BMTH, plus tatonya yang banyak di sekujur tubuhnya hehehe. Apalagi album ketiga ini juga memiliki unsur elektronika dan bernuansa futuristik serta distopia yang mengingatkan pada album BMTH Post Human: Survival Horror dan Post Human: Nex Gen.

Lagu album sebelumnya, Dethrone, Blood, dan lainnya juga mengingatkan pada gaya dan aliran BMTH sebelumnya yang merupakan deathcore.

Ehm meski aliran, nuansa, dan gaya mereka ada kemiripan, tapi warna vokal dan lagu mereka juga beda. Aku jadi ingin dengar Just Pretend lagi. 

Tahun ini mereka merilis album Concrete Jungle (The OST). Judul lagunya kenapa jadi kayak file di komputer ya, sebagian juga lagu yang sudah eksis namun versi live. Wah versi live Just Pretend juga magis. Jadi pengin nonton konser mereka jika mereka ke Jakarta. 

Gambar dari: Sumerian Records, Pinterest, Rock Sound

~ oleh dewipuspasari pada Oktober 27, 2024.

Tinggalkan komentar