Membaca Buku Anak Kemdikbud, Pilus Rumput Laut untuk Rasi, Menarik dan Edukatif

Pilus Rumput Laut untuk RasiOmong-omong tentang buku anak, aku termasuk yang masih suka membacanya hingga kini. Apalagi jika ilustrasinya bagus, wah jadi semangat untuk baca dan beli. Di aplikasi EPerpusdikbud ketika aku mencari novel grafis, aku menemukan belasan buku anak dengan ilustrasi yang apik. Salah satunya yang berjudul Pilus Rumput Laut untuk Rasi.

Cerita bergambar setebal 64 halaman ini bercerita tentang dua anak SD yang tinggal di Belitung. Keduanya adalah Berli dan Rasi. Berli punya toko camilan. Produk mereka berupa pilus rumput laut belacan laris manis. Ia dan Rasi suka menyantapnya hingga habis satu toples. Sementara ayah Rasi sejak kebun mereka sering terkena banjir gara-gara aktivitas tambang timah, akhirnya bekerja sebagai buruh tambang tersebut.

Konflik bermula ketika jumlah rumput laut semakin menurun. Menurut mahasiswa bernama Alin hal ini dikarenakan laut di Belitung sedang tidak sehat. Penyebabnya banyak, salah satunya maraknya penambangan timah.

Terdorong untuk menyelamatkan laut, Berli pun membuat akun medsos untuk edukasi mencintai laut. Namun salah satu kontennya tentang dorongan untuk menghentikan aktivitas penambangan timah membuat Rasi dan kawan-kawan lainnya yang ayahnya bekerja di sana pun tersinggung.

Ceritanya menarik. Latar Belitung di sini kental dari mie Belitung, jeruk songkit, perkebunan kelapa sawit yang makin banyak, dan penambangan timah. Unsur edukasi lingkungannya kental. Gambar ilustrasinya juga bagus.

Namun isu dan karakternya lumayan berat untuk anak SD. Mungkin lebih pas jika yang mengelola medsos adalah anak SMA yang telah berusia 17 tahun ke atas. Sedangkan Rasi dan Berli membantu menyampaikan ke teman-teman sekolahnya.

Pasalnya akun medsos juga sebaiknya dimiliki remaja yang telah matang usianya. Sekilas dalam buku ini disampaikan betapa enggannya Berli membaca komentar negatif. Nah itulah yang dikuatirkan jika pemilik akun medsos itu adalah anak-anak. Ia bisa terpengaruh oleh komentar yang negatif.

Di luar soal medsos, aku suka buku yang dibuat keroyokan ini. Temanya relevan dan memang isu lingkungan harus disampaikan sejak dini.

Buku kemdikbud Wah jadi ingin baca buku bergambar lainnya. Kalian bersama keponakan dan anak-anak bisa membacanya gratis di EPerpusdibud.

~ oleh dewipuspasari pada November 28, 2024.

Tinggalkan komentar