Ini Anakku dan Mitos Kucing Hitam

Induk Kemoceng

Seekor kucing liar bernama Kemoceng sudah beberapa bulan ini rajin ke rumahku. Awalnya ia membujukku memelihara Panda Cemong dan Opal. Karena kasihan, aku pun mengijinkannya tinggal. Selang beberapa bulan, ia melahirkan di samping aku tidur.

Aku sangat terkejut ketika menyadari ia hendak melahirkan. Ingin kupindahkan, namun aku tak tega melihat kondisinya. Akhirnya aku membantu menetramkan ia melahirkan dua anak pertamanya. Baru saat hendak melahirkan anak ketiga dan keempat, ia pun pindah tempat. Selang waktunya lebih lama daripada melahirkan sebelumnya. Total ada empat bayi kucing yang dilahirkan dan semua bulunya dominan hitam.

Wah semuanya kucing hitam?
Ada mitos yang berbeda bahwa kucing hitam itu pembawa siapa. Apalagi dalam buku-buku dan film dongeng, sering kali digambarkan si kucing hitam adalah milik penyihir jahat.

Tapi, aku yakin semua kucing adalah makhluk Tuhan yang juga mendatangkan berkah bagi semesta alam, termasuk manusia. Aku tak tega membuang mereka. Keempat bayi kucing itu pun kutaruh di dalam kardus. Induk kucingnya, si Kemoceng, juga kuperbolehkan tinggal di dalam rumah. Si Kemoceng juga nampak bangga dengan anaknya. “Ini anakku…”

Induk Kemoceng
Meski sama-sama berbulu hitam, motif dan warna bulunya agak berbeda. Ada yang full hitam, ada yang kakinya berwarna putih, ada yang kayak cemong, dengan janggut hitam, dan ada juga yang mirip Kemoceng. Wah dengan adanya empat bayi kucing, semua kucingku jadi 13 ekor. Makin mirip deh dengan sanctuary-nya kucing.

Anak kucing

~ oleh dewipuspasari pada Desember 2, 2024.

Tinggalkan komentar