Himne Bunga-bunga di Ladang dan Kisah Lainnya

Aku lumayan sering membaca buku-buku anak Clara Ng. Aku malah sepertinya belum pernah membaca buku fiksi dewasanya sehingga agak terkejut dengan isi antologi cerpennya yang berjudul Himne Bunga-bunga di Ladang.
Ada 12 cerita pendek dalam buku ini. Ceritanya suram, tragis, dan sebagian terasa kelam brutal. Membaca buku ini perlu oksigen yang cukup karena bakal membuat lelah dan penat oleh cerita yang jarang berakhir bahagia ini.
Buku ini dibuka oleh cerpen unggulan yang menjadi judul antologi cerpen ini. Ia mengisahkan sosok gadis bernama Kamila yang hilang secara misterius. Ia sepanjang hidupnya, pernah berjumpa dengan tiga pria, Buyung, Hadi, dan Rei.
Buyung seperti adik baginya. Hadi adalah pria yang disarankan oleh keluarganya sebagai pendampingnya. Namun, Kamila hanya mencintai Rei. Ia selalu menunggunya.
Ada misteri besar menyelimuti hubungan perempuan dan tiga pria itu. Ada desas-desus keberadaan lelaki serigala dan abu hitam misterius.
Cerita Himne Bunga-bunga di Ladang ini unik karena menggunakan beberapa sudut pandang dari tiap tokoh. Lalu ada dongeng kuno yang rupanya semua saling berkaitan.
Cerita yang kemudian membuat tak nyaman ada banyak. Cerita-cerita ini membuat pembaca seakan merasa sesak nafas karena penuh darah dan ada juga yang menyinggung hal-hal yang tabu.
Aku tak tahan dengan cerita Mata Indah yang brutal. Sebenarnya ada banyak buku karya penulis perempuan yang lebih suram dan brutal. Namun, aku mulai menjauhi cerita-cerita seperti itu karena membuatku mual dan tak nyaman.
Rupanya aku lebih cocok dengan cerita anak Clara Ng saat ini.
Detail Buku:
Judul: Himne Bunga-bunga di Ladang
Penulis: Clara Ng
Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama
Tebal Buku: 152 halaman
Tahun Terbit: 2017
