The Lost Library: Cerita Misteri-Fantasi dengan Hantu Baik Hati dan Kucing

Hujan mulai mengguyur. Aroma tanah basah bercampur aroma basah mulai terhirup. Aku mencuri waktu membaca buku yang judul dan sampulnya langsung membuatku jatuh hati. The Lost Library: Misteri Perpustakaan yang Hilang, judulnya. Perpustakaan dan kucing sebuah kombinasi yang sempurna.

Tinggal tambahkan kopi atau cokelat hangat. Maka sore ini akan sangat sempurna untuk membaca.

Sebenarnya deru angin bercampur rintik hujan adalah musik yang indah. Namun karena ingin merasakan suasana dramatis, kuputar Salem’s Secret dari Peter Gundry dari album The Edge of Darkness.

Nomor instrumentalia ini belakangan menghantuiku. Lagu yang indah juga misterius. Cocok sebagai kawan membaca dongeng cerita misteri yang berbumbu fantasi.

Sinopsis buku ini sebagai berikut: Suatu hari, perpustakaan kecil gratis muncul di Kota Martinville. Di dekatnya ada plang bertuliskan: “Ambil buku, tinggalkan buku, atau dua-duanya!”

Evan, anak kelas lima SD, mengambil dua buku dan mendapati buku-buku di perpustakaan tersebut berasal dari Perpustakaan Martinville yang terbakar 20 tahun lalu.

Perpustakaan kecil gratis itu rupanya dibuat hantu bernama Al dan dijaga seekor kucing manis oren bernama Mortimer. Al asisten pustakawan Perpustakaan Martinville, sementara. Mortimer dulu pernah tinggal di sana ketika masih kecil.

Tiap kali mengingat kejadian kebakaran, hati Mortimer selalu berkata, itu salahnya. Apa yang sebenarnya terjadi hari itu?

Kesan Usai Membaca Buku Misteri Perpustakaan yang Hilang
Buku ini memiliki bab pembuka yang tak biasa. Yakni disampaikan dari sudut pandang seekor kucing oren bernama Mortimer. Ia suka menyambut tikus yang menerobos masuk, lalu mengarahkan mereka kembali keluar

Ini bab pembuka yang unik. Mortimer mungkin mirip kucingku si Clara dan Nero Manis yang sama-sama oren.

Ceritanya dalam buku ini memang diambil dari berbagai sudut pandang secara bergantian. Utamanya si kucing, Al, dan anak laki-laki bernama Evan tersebut.

Evan penasaran sekali akan penyebab kebakaran perpustakaan tersebut sehingga kemudian berupaya menyelidikinya dengan bantuan Rafe. Selain Rafe, Evan juga dibantu oleh si kucing oren, hantu pustakawan, dan para tikus. 

Misteri dikulik secara perlahan-lahan, pembaca tak diburu-buru untuk mencerna setiap petunjuk yang diberikan. Hingga ketika cerita berakhir, pembaca pun bakal merasa lega.

Babnya pendek-pendek sehingga tidak melelahkan ketika membacanya. Andai diberikan ilustrasi seperti apa bentuk perpustakaan kecil gratis, si kucing oren penjaga perpus, dan bentuk para pustakawan hantu maka bakal makin menarik. Hantu-hantu baik hati dalam buku ini mengingatkanku akan hantu-hantu dalam dongeng Eva Ibbotson yang menjadi buku fantasi favoritku. 

Memang cerita tentang perpustakaan, kucing, dan bumbu fantasi adalah formula cerita yang menarik. Namun selain bumbu misteri, buku ini menawarkan kisah persahabatan yang manis, tentang makna pengorbanan, juga bagaimana asyiknya membaca sebuah buku. 

Cerita The Lost Library ini sebenarnya merupakan cerita anak-anak. Namun, orang dewasa bakal menyukainya. Kalian bisa meminjam bukunya di Perpustakaan Berjalan

Detail Buku:

Judul: The Lost Library: Misteri Perpustakaan yang Hilang

Penulis: Rebecca Stead dan Wendy Mass

Penerbit: Gramedia Pustaka Utama

Genre: Fantasi, misteri

Tebal Buku: 240 halaman

~ oleh dewipuspasari pada April 15, 2025.

Tinggalkan komentar