Blok M

Aku tahu Blok M sekarang jadi ramai-ramai kembali karena Plaza Blok M langsung terhubung oleh MRT. Namun, aku tak menduga kawasan Blok M sepadat ini saat akhir pekan. Apa karena masih libur sekolah ya?
Ketika tiba di Plaza Blok M, aku pangling dengan pusat perbelanjaan ini. Dulu terakhir ke sini sebelum pandemi, mal ini sepi senyap. Tiap lantai terasa lengang ketika aku melangkah menuju bioskop. Tempat nonton pun saat itu juga tak ramai.
Dulu kami lebih sering nobar di Blok M Square. Kadang-kadang kami nongkrong di Pujasera sebelah bioskop atau di lantai paling bawah seusai nonton. Kami juga sering beribadah di lantai atasnya yang punya masjid lumayan besar.
Kini aku lumayan terkejut ketika mendapati Plaza Blok M yang kondisinya 180 derajat. Wow semua lantai rame dari lantai paling bawah hingga lantai atas. Aku yang lupa posisi bioskop dan naik eskalator lama-kelamaan jadi pusing karena melihat banyak orang dan nggak sampai-sampai hehehehe.
Ketika kami mencari tempat makan untuk nongkrong sejenak juga sama. Hampir semua tempat makan penuh. Ketika kami mengintip makanan pinggir jalan di sekitaran mal juga sama.
Kata kawan, Blok M Square dan mal bawah tanah Blok M juga rame banget. Waduh rencana eksplorasi Blok M jadi batal deh karena susah juga jika jalan berombongan ke tempat yang begitu sarat manusia.
Akhirnya kami pilih bersantap di Plaza Blok M lantai paling bawah. Karena hampir semua penuh, kami pilih tempat yang masih longgar. Menunya jadinya apa adanya.
Lain waktu cari tempat yang lebih baik deh. Tempat yang tak begitu rame dan yang tempatnya nyaman juga murmer pilihan yang lebih baik.
