Kucing-kucing Liar

Hari ini kucing-kucing manja dan nakal sekali. Si Mumu nampak takut kumarahi. Ia ketahuan berbuat nakal lalu kuselentik. Ia langsung berposisi sebagai korban dan memasang wajah memelas sekali.

Seperti pernah kuceritakan, rumahku bak suaka kucing. Ada banyak kucing liar bermunculan di teras. Mereka bertelekan dengan nyaman seperti rumah sendiri.

Mungkin karena halaman lumayan luas dan sedang kosong sehingga mereka merasa nyaman di sana. Atau karena aku suka menyediakan air bersih dan makanan kering di luar, jaga-jaga kucingku ada yang tak bisa masuk seperti Krim dan lainnya.

Namun keberadaan kucing liar kini mulai meresahkan. Karena jumlah mereka terlalu banyak. Entah dari mana mereka bermunculan
Kadang-kadang aku merasa mereka dibuang dan ditaruh ke gang kami karena ada beberapa yang sayang ke mereka.

Kucing dibuang sudah bukan frase aneh lagi. Apalagi jika kucingnya nakal dan penampilan mereka tak cantik.

Buang mereka ke pasar, alasannya banyak makanan di sana. Padahal makanan di pasar rata-rata mentah.

Buang mereka ke rumah sakit karena juga ada makanan. Padahal rumah sakit harus bersih dalam steril. Kasihan petugas rumah sakit yang harus ekstra bersih-bersih.

Buang ke jalanan dan lainnya. Padahal kucing yang hidup di jalanan bakal makin stress dan kekurangan makanan.

Entahlah bagaimana solusi tepatnya. Menurutku solusinya sementara ada empat, adopsi mereka bukan membelinya, kendalikan peternakan kucing (untuk jualin beli terutama kucing ras), dukung tempat penampungan kucing dengan memberi bantuan dana (karena bakal susah andalkan pemerintah), dan program steril murah (steril kucing sementara ini sangat mahal).

Para kucing memang imut menggemaskan. Namun, juga tak sedikit yang nakalnya luar biasa. Kita tak bisa meminta mereka yang alergi dan benci kucing untuk berbalik sayang. Kita tetap perlu menghargai mereka, jadinya kebijakan dan solusi untuk kucing juga perlu memperhatikan mereka.

Kembali ke kucing liar di rumah. Kuhitung ada 10 kucing liar yang suka main ke rumah. Mereka tak hanya numpang tidur, tapi juga numpang mandi, numpang BAB, numpang makan, dan numpang kelahi. Wah ramai ya. Kadang-kadang terlalu ramai hingga aku kewalahan.

Omomg-omong kucing kuning besar yang mirip Nero dan juga Kemoceng sudah meninggal. Juga ada kucing belang bundel yang tiba-tiba sakit dan meninggal. Walaupun mereka bukan kucingku dan hanya kucing liar, aku tetap kasihan kepada mereka. Semoga mereka telah damai di alam sana.

Gambar dari Mew

~ oleh dewipuspasari pada Agustus 24, 2025.

Tinggalkan komentar