Simbolisasi Induk dan Anak Ayam dalam Babon

Film pendek memiliki daya tarik tersendiri. Salah satunya adalah kesan yang kuat dalam durasi film yang singkat. Nah, salah satu tayangan di JWC Online yang juga masuk shortlist FFI tahun ini adalah film pendek berjudul Babon. Seperti apakah filmnya?
Babon adalah nama lain dari ayam betina. Ayam betina memiliki karakter bertelur dan menjaga anak-anaknya. Lantas bagaimana bila si induk menghilang?
Babon di sini menjadi tema yang kuat dalam film yang naskahnya ditulis dan disutradarai oleh Sinung Winahyoko ini. Di sini dikisahkan Maria adalah pedagang ayam di pasar. Ia sering ditemani putrinya, Rara, berjualan ayam.
Suatu ketika ia mendapat pesan bahwa suaminya ditangkap karena kasus narkoba. Ia harus segera mencari uang tebusan. Namun tetangga mereka yang juga terlibat kasus narkoba, begitu mendesaknya dengan menyandera putrinya.
Ia memaksa Maria melakukan cara yang membuat putrinya trauma ketika menjumpainya.
Cerita yang Brutal
Bagi yang tak tahan dengan cerita yang sadis, maka sebaiknya hindari film pendek ini. Adegannya terlalu brutal tapi bisa saja memang kejadian di dunia nyata karena pengedar narkoba sering kali melakukan hal-hal gila dan tak wajar.
Atmosfer film ini muram dan seperti serba diburu-buru dengan adegan lari-lari dan dialog yang mendesak. Tone warnanya cenderung warna-warna kelabu dan yang suram.
Ceritanya bukan favoritku. Namun, aku suka dengan simbolisasi babon dan anak ayam di sini yang nampak dari anak ayam yang kebingungan di akhir film. Ibarat anak ayam kehilangan induk, itulah kondisi Rara kemudian. Pemeran Rara di sini juga berakting natural dan gemilang.
Film berdurasi 13 menit ini diperankan Mariana Resti, Kiki Narendra, Auriela Hanum Melati, Satya Widi, dan Ibnu Gundul. Film ini juga sebelumnya tayang di JAFF 2024.
Sumber gambar: JAFF
