Menyampaikan Rencana Malah Rawan Gagal?

Ada nasihat yang menyarankan agar rencana atau tujuan sebaiknya dirahasiakan dulu. Setelah berjalan atau berhasil, barulah diumumkan. Dulu aku tidak terlalu percaya dengan saran ini. Kupikir akan lebih baik jika rencana kusampaikan sejak awal. Siapa tahu ada yang tertarik berkolaborasi atau membantu. Tapi ternyata, memang ada saja rencana yang akhirnya tidak terlaksana.
Ehm, kenapa ya?
Di sebuah akun yang membahas psikologi gelap disebutkan bahwa ketika kita menyampaikan rencana atau tujuan, otak kita sudah merasa seolah-olah rencana itu telah dilaksanakan. Akibatnya, semangat untuk benar-benar mengeksekusinya berkurang.
Dalam psikologi, hal ini dikenal sebagai social reality effect, yaitu ketika otak menganggap pengumuman sebagai bentuk pencapaian. Efek ini juga berkaitan dengan pelepasan dopamin yang membuat kita merasa “puas terlalu cepat”.
Selain dari sisi psikologis, ada pula pandangan yang lebih spiritual, meski terkesan negatif. Konon, kegagalan rencana bisa disebabkan oleh energi iri atau penolakan dari orang lain. Gelombang energi negatif itu diyakini dapat menghalangi energi positif, sehingga rencana menjadi sulit terlaksana.
Dua pandangan itu entah benar atau tidak. Namun, berdasarkan pengalamanku, kebanyakan rencana yang kusampaikan di awal memang berakhir gagal. Saat aku bercerita tentang mimpi yang ingin kujalankan bersama komunitas atau resolusi di awal tahun, entah mengapa, sering kali tak terwujud. Mungkin karena aku sudah merasa cukup puas hanya dengan bercerita? Entahlah.
Sekarang aku mencoba menahan diri. Lebih baik bercerita hanya kepada orang-orang yang memang ingin kuajak bekerja sama dan bisa dipercaya, daripada kepada sembarang orang. Aku juga memilih untuk berbagi ketika rencana sudah 90 persen siap dan mulai dieksekusi.
Mungkin benar kata pepatah, dalam beberapa hal, diam memang emas. Tapi apakah selalu begitu? Mungkin kita perlu belajar kapan harus bicara, dan kapan sebaiknya menyimpan dulu.
Omong-omong, apa kalian punya pendapat lain?
Gambar dari Pixabay/Edeltravel
