Es Kado: Ada Rasa Nangka Hingga Alpukat

Hawa Cirebon begitu gerah. Sinar matahari begitu terik dan berlimpah. Baru sekitar pukul sembilan pagi, tapi aku sudah berkeringat. Ingin sekali menyantap sesuatu yang segar.
Beruntung ada penjual es yang mangkal di depan gedung BAT. Seorang kakek dengan gerobaknya. Ia memberinya nama es kado untuk dagangannya. Ehm apa ya es kado gerangan?
Kulihat sudah ada beberapa peserta tur jalan kaki yang sudah membelinya. Sepertinya es potong deh kalau melihat penampilannya. Aku pun tertarik dan ikut mengantri jualannya.
Rupanya diberi nama es kado karena potongan es baloknya dilapisi dengan kertas kado sebelum dipotong menjadi tiga. Esnya sendiri punya beragam rasa dari cokelat, stroberi, nangka, alpukat, dan masih banyak lagi lainnya.
Harganya murah meriah. Setusuk es potong aneka rasa ini Rp2 ribu rupiah.
Aku pun membeli dua. Satu rasa alpukat. Lainnya rasa nangka.

Sebenarnya aku agak terganggu dengan bungkus kertas kadonya. Kuatirnya kertas kado itu mengandung bahan kimia yang menganggu kesehatan. Alangkah baiknya jika ada petugas kesehatan atau aktivis UMKM memberinya akses untuk bungkus makanan yang aman alias food grade.
Sepertinya alasan menggunakan kertas kado agar es tersebut tak lengket dengan lainnya? Atau karena namanya es kado? Entahlah. Baiknya pakai kertas atau pembungkus makanan yang lebih aman, sehingga makannya juga tak bikin ketar-ketir.
Meski agak kurang sreg dengan bungkusnya, es potong ini nikmat. Pembuatnya mengolah esnya dengan sepenuh hati.
Meski harganya murah, es ini dibuat dengan penuh kasih sayang. Di dalam es potong nangka betul-betul ada potongan mangkanya. Bukan sekedar sari penambah rasa saja.
Demikian juga dengan es potong alpukatnya. Di dalamnya juga ada potongan alpukat. Rasanya gurih, manis, dan segar.
Esnya enak sih. Aku jadi pengin lagi.
