Puisi dan Prosa Liris Acak

Malam Puitis
Apa kamu tahu kapan malam itu terasa ritmik dan puitis? Ya, kamu benar, ketika lagu kenanganmu diam-diam menyeruak hadir, menembus memori, menyentuh hati.
Kamu merasa itu magis padahal itu hanya algoritma pemutar musik yang mencoba memahamimu. Tak apa-apa nikmatilah suasana melankolik ini yang membawamu anganmu melambung, mengenang memori bersama lagu itu.
Cantik
Apa kamu tahu mengapa kecantikan yang mentah itu indah? Karena ia nampak natural, apa adanya. Tak usah dipercantik yang membuatnya nampak artifisial. Biarkan saja. Biarkan ia memikatmu dengan perlahan tanpa banyak upaya. Jangan lawan, ketika kamu terpikat oleh keindahannya.
Menyulam Bait
Aku membuat bait dalam satu menitan
Aku menikmati prosesnya
Seperti bernafas terasa natural
Tak perlu tergesa-gesa
Tak perlu dipulas
Aku langsung mengetik apa saja di gawai di tangan
Seperti tanganku yang berbicara
Entahlah bagaimana caranya otakku berkomunikasi dengannya
Terasa alami tanpa banyak usaha
Fiksi Kucing
Menulis tentang kucing berbalut fantasi adalah kegemaranku. Ini cerita yang berbaur antara riil dan fiktif. Pembaca akan merasa batas dunia tersebut menjadi cair. Mereka akan menerima cerita tersebut sebagai sebuah dunia yang baru.
Angka Kembar
Tunggu aku ingin membahas sesuatu tak umum. Tolong beri aku petunjuk tentang angka kembar seperti 1818, 555, 666, 333, dan 1111 yang belakangan ini sering muncul dalam hidupku. Aku sungguh ingin tahu, karena angka berulang itu memiliki denyut yang misterius.
Kucing di Ambang Pintu
Apa kamu tahu mengapa kucing suka memandang kosong ke arah luar pintu? Dia tahu bahwa ruang hidupnya sekarang terbatas hanya itu. Ia ingin lebih, mengarungi semua penjuru bumi, sayangnya keberaniannya terasa pupus. Ia menyadari dirinya hanya kucing di negeri ini. Dan, kucing di Indonesia hanya hewan lemah yang bisa ditindas dan diganggu sewaktu-waktu
