Hujan Akhir Pekan dan Ikut Kelas Pangan Lokal

Hujan rajin mengguyur sejak dini hari pada Sabtu dan Minggu. Membuat hawa terasa sejuk dan suasana terasa syahdu. Aku menguap, cuaca yang menyenangkan untuk kembali tidur. Namun, mataku harus terbuka karena aku ikut kelas pangan yang diadakan Nufobio meski hanya via daring, kucing-kucing juga sudah menunggu untuk sarapan dan mulai menggaruk pintu.
Aku tertarik mengikuti kelas pangan lokal karena dari dulu memang suka akan hal tentang makanan. Aku juga lumayan sering menulis pangan lokal dulu dan tahun lalu mengikuti acara Festival Ekosistem Kiamat yang banyak membahas tentang ketersediaan bahan pangan lokal di sekitar kita.
Dulu ibu aktif menjadi pengurus Toga yang merupakan singkatan Tanaman Obat Keluarga. Dari situ aku mulai mengenal berbagai tanaman yang rupanya bisa diolah jadi obat dan makanan yang lezat. Daun mangkokan, misalnya. Ada yang diolah jadi tambahan membuat dadar telur dengan tekstur yang mengingatkan pada daun bawang. Ada juga yang diolah jadi bahan kue kering.
Lewat film dan tayangan kuliner yang sering kutonton, aku suka takjub apabila menemukan makanan dengan bahan yang jarang kudengar. Misalnya bubur dari kacang pinus. Wah nampaknya lezat, aku jadi sungguh penasaran, seperti apa ya rasa, aroma, dan teksturnya.
Wah aku masih mengantuk gara-gara semalam susah tidur. Kuhitung para kucing, kok Pang Poko belum pulang ya, aku jadi gelisah dan murung. Cepat pulang ya kucingku.
Gambar dari IG Story Nufobio
