Kisah Kenshin Final yang Tak Seperti Versi Manganya

Kenshin final
Sejak manga dan animenya Runouni Kenshin atau Samurai X muncul, aku rajin mengikuti cerita aksi Himura Kenshin dan teman-temannya. Aku sudah pernah membaca Kenshin hingga tamat, sehingga antusias ketika arc ini dilayarlebarkan oleh Netflix dengan judul “Runouni Kenhin: The Final”. Meski agak kecewa dengan versi layar lebarnya, tapi filmnya masih lumayan bagus dan menarik untuk disimak.

Memang ceritanya tidak sama persis dengan versi manganya. Banyak yang dipotong dan diubah. Tapi dengan mungkin harapannya ceritanya lebih realistis dan membumi.

Film ini diawali dengan Saito Hajime yang berurusan dengan pimpinan mafia Shanghai, Yukishiro Enishi. Rupanya ia otak di balik kejadian pemberontakan oleh Shishio Makoto. Ia sendiri aslinya orang Jepang. Ia yang menyediakan kapal dan senjata buat Shishio dan antek-anteknya.

Rupanya Enishi memiliki dendam membara terhadap Kenshin karena mengira ia pelaku pembunuh kakak sekaligus mendiang istri Kenshin, Yukishiro Tomoe. Padahal sebenarnya ada kesalahpahaman.

Kisah Kenshin Final yang Tak Seperti Versi Manganya

Setelah munculnya Enishi dan sekutunya, maka terjadi banyak kekacauan dan pembunuhan di sana-sini. Kenshin, polisi dan kawan-kawan Kenshin pun dibuat kewalahan. Puncaknya Kamiya Kaoru diculik oleh Enishi. Kenshin pun menyadari waktunya tiba berhadapan dengan eks adik iparnya tersebut.

Dari segi cerita, film ini menarik karena menggambarkan terpuruknya Kenshin atas dosa masa lalunya. Perubahan sikap dan emosi Kenshin terlihat di sini. Yang juga menarik adalah bagaimana teman-teman Kenshin yang dulunya pernah jadi musuhnya, kemudian membantunya seperti Aoshi. Pertarungannya pun epik dari segi koreografinya.

Hanya kalau dibandingkan dengan manganya memang sisi emosional dan pertarungannya masih jauh. Manganya untuk arc ini sangat emosional dan pertarungannya lebih keren.

Kisah Kenshin Final yang Tak Seperti Versi Manganya

Gambar dan sinematografi dalam film ini juga apik untuk sebuah film final. Situasi Jepang setelah era Restorasi Meiji terlihat di sini. Ada beberapa yang terlihat mulai mengenakan kostum ‘modern’. 

Dari segi akting, pemeran Kenshin dan Saito yang masing-masing diperankan Takeru Satoh dan Yosuke Eguchi masih menonjol dan pas,demikian pula dengan Enishi yang diperankan oleh Mackenyu Arata.

Oh iya ada kejutan di film ini dengan kehadiran Sojiro. Juga dijelaskan alasan tanda coret ‘X’ di Kenzhin yang tak kunjung hilang.

Oh iya berikut perbedaan antara versi layar lebar dan versi manga seingatku. Sudah lama banget terakhir aku membacanya, mungkin ada yang terlewat.

Kisah Kenshin Final yang Tak Seperti Versi Manganya

Yang kuingat dalam versi manga, Kaoru tidak hanya diculik namun ia pura-pura dibunuh. Jenazahnya adalah semacam boneka yang memang mirip dengan mayat manusia.

Kenshin ketika tahu Kaoru meninggal pun kemudian begitu syok. Ia seperti orang gila dan kemudian hidup seperti gelandangan selama berbulan-bulan.

Kunci dari kasus ini adalah Aoshi Shinomori. Ia menunjukkan kemampuannya sebagai pimpinan klan ninja yang cerdas. Ia langsung tahu jenazah Kaoru adalah buatan. Kaoru asli pastinya diculik Enishi.

Kenshin setelah mendapatkan informasi tersebut antara lega dan cemas. Kekuatannya saat itu kalah jauh apabila dibandingkan Enishi. Ia nampak ragu-ragu menggunakan kekuatannya karena menurut Megumi, fisiknya sudah mulai melemah karena kekuatannya sudah terlalu sering diforsir.

Mereka semua, Kenshin, Megumi, Aoshi, Saito, Yahiko, dan Sanosuke kemudian berlayar ke sebuah pulau tempat Enishi bersembunyi. Mereka kecuali Megumi kemudian bertarung satu lawan satu. Di sinilah menariknya. Setiap karakter mendapatkan spotlight, termasuk Aoshi dengan jurus dua katananya.

Kisah Kenshin Final yang Tak Seperti Versi Manganya

Pertarungan Enishi dan Kenshin juga lebih epik di sini. Kaoru pun kemudian ikut pulang bersama mereka.

Di arc ini seingatku ditutup dengan Kenshin yang mewariskan pedangnya ke Yahiko. Di akhir ada adegan mereka santap bersama di bawah sakura untuk bereuni.

Tapi aku tidak begitu sangat kecewa sih dengan filmnya yang berbeda dengan versi manga. Karena mungkin dibatasi oleh durasi dan gambaran agar kisahnya lebih realistis.

Gambar milik Netflix

~ oleh dewipuspasari pada Juli 8, 2021.

3 Tanggapan to “Kisah Kenshin Final yang Tak Seperti Versi Manganya”

  1. Waktu nonton, langsung menyadari ini. Ini film memang sangat berbeda dengan manga-nya. Tapi, ini hal positif dari film ini. Film ini jadi ada moment kejut-nya bgitu. Sebagai penonton, saya puas! wkwkwk.
    Good job lah buat para pekerja film yang membuat film ini menjadi nyata, dan bisa dinikmati selama masa karantina begini hee

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: