“Temple Alley Summer: Musim Panas di Gang Kuil Kimyo”, Dongeng Super Imajinatif

Sebuah buku bisa membuatmu jatuh hati lewat desain sampul dan sinopsisnya. Demikian juga halnya dengan novel fantasi yang kupinjam dari Perpustakaan Berjalan. “Temple Alley Summer: Musim Panas di Gang Kuil Kimyo”, judulnya.

Sejak halaman pertama aku langsung tertarik dengan ceritanya. Oleh karenanya, seharian aku mendedikasikan waktuku untuk membaca buku ini. Setelah membaca, aku ingin berkata ke semua orang, kalian harus membaca buku ini.

Cerita berfokus pada teka-teki Gang Kuil Kimyo. Kazu, anak kelas lima SD, terkejut ketika mendapati anak perempuan sebayanya keluar dari rumahnya. Ia yakin sosok yang dilihatnya itu hantu, meski tak ada yang mempercayainya.

Kazu makin syok ketika mendapati hantu tersebut menjadi teman satu sekolahnya. Kata Yusuke, kawan dekatnya, Akari adalah kawan mereka. Bahkan Kazu mengenalnya sejak TK.

Otak Kazu cenat-cenut. Sejak kapan ia punya kawan bernama Akari? Ia juga tak ingat punya tetangga bernama Akari. Kazu yakin ada sesuatu.

Ketika sekolah meminta Kazu dan kawan-kawan membaca peta kuno, mereka tertarik dengan gang di sekitaran tempat tinggal Kazu yang disebut Gang Kuil Kimyo. Kazu tak yakin ada Kuil di sekitaran rumahnya. Namun, sesuatu seperti berbisik kepadanya. Bisa jadi ada kaitan Kuil Kimyo dan sosok hantu yang bernama Akari itu. Apalagi Kimyo artinya kuil tempat jiwa kembali.

Dengan alasan membuat penelitian tentang sejarah Kuil Kimyo, Kazu pun menghubungi orang-orang yang kiranya tahu sejarah Kuil tersebut. Tak disangka upayanya membuat Dewan Kota penasaran. Ada pihak-pihak yang penasaran dan ingin menghentikan langkah Kazu memecahkan misteri tersebut. Namun, benarkah kuil tersebut punya keajaiban membangkitkan manusia yang telah meninggal?

Cerita Fantasi yang Sungguh Imajinatif
Wow aku ingin menangis terharu dan bersorak sekaligus. Sudah lama aku tak membaca novel fantasi yang begitu memikat seperti kisah Gang Kuil Kimyo ini.

Ceritanya benar-benar ajaib dan tak disangka-sangka. Penulisnya, Sachiko Kashiwaba, sungguh imajinatif. Ia bisa merangkai cerita yang menarik dengan unsur misteri dan kejadian yang ajaib.

Siapa nyana jiwa yang telah di alam baka kemudian bisa kembali ke dunia. Dan bukan hanya itu saja unsur fantasinya yang membuatku begitu takjub.

Ups ini spoiler ya. Aku tak tahan untuk membagikan unsur fantasinya yang bagiku sungguh imajinatif. Entah bagaimana cara kerjanya tapi jiwa yang berhasil kembali di Kuil Kimyo langsung dapat hal istimewa.

Mereka akan langsung dibimbing oleh semacam ruh (yang terlihat oleh orang-orang pada umumnya, tapi tidak oleh orang berkemampuan khusus seperti Kazu) ke rumah mereka. Setiap benda yang diperlukan jiwa kembali akan langsung muncul, seperti yukata, peralatan sekolah, dan lain-lain. Jiwa kembali juga akan punya identitas baru yang anehnya setiap orang yang berinteraksi dengan si jiwa akan langsung mengenalinya (kecuali oleh orang-orang tertentu seperti Kazu). Hahaha ajaib kan?!

Aku suka karakter dalam dongeng ini, baik Kazu, Akari si jiwa kembali, Yusuke, juga para tokoh pendukung seperti keluarga Kazu, nenek eksentrik bernama Minakami, dan Nyonya Anzo, ibu kandung Saori (yang anaknya kemudian bangkit menjadi Akari).

Cara Kashiwaba bercerita mudah dipahami meski temanya misteri dan fantasi, mungkin karena para tokohnya masih anak-anak sehingga diharapkan anak-anak pra remaja juga tertarik membacanya. Meski ada kisah hantu dan jiwa kembali, tapi ceritanya tidak seram.

Bagian tentang peta kuno, cerita perbedaan Kuil Shinto dan Kuil Buddha, juga ritual dan tradisi Jepang yang masih dijaga oleh keluarga Kazu dan masyarakat setempat membuat benak berkelana dan membayangkan situasinya. Apalagi ilustrasi Miho Satake begitu bagus dan membantu pembaca berimajinasi. Berharap akan ada adaptasi novel ini ke dalam bentuk anime atau live action.

Omong-omong novel Sachiko Kashiwaba berjudul “The Marvelous Village Veiled in Mist” menginspirasi Hayao Miyazaki membuat “Spirited Away”. Dongeng Kashiwaba memang khas Ghibli. Menurutku “Temple Alley Summer” ini juga cocok diadaptasi oleh studio Ghibli.

Sebenarnya aku terpikir anime “Ghost Cat Anzu” berkaitan dengan novel ini. Ada unsur hantu kucing yang kemudian kembali hidup dan ‘abadi’, juga bertingkah laku seperti manusia. Manusia sekitar tak merasa kelakukan si kucing Anzu itu aneh. Dan, kucing Anzu si hantu kucing itu tinggal di kuil.

Dua Cerita dalam Satu Buku
Selain kisah Kazu dan Akari yang berkelindan untuk memecahkan misteri keajaiban Kuil Kimyo, ada kisah lainnya yang menarik dalam buku ini.

Dikisahkan Akari ingin sekali membaca cerita yang dulu begitu dikaguminya saat ia masih hidup dalam sosok Saori. Judul ceritanya adalah “Bulan Ada di Kiri”.

Sama seperti Kuil Kimyo, ceritanya juga memiliki unsur fantasi. Ada penyihir, pangeran, dan keluarga lumpur. Salah satu anak dari keluarga pencari harta karun dalam lumpur dijual ayahnya. Ady, nama anak perempuan tersebut, dibeli seorang penyihir bernama Burung 🦇. Ia dipaksa belajar menyelam dengan cara brutal. Setelah bisa, ia diminta mencari berbagai benda berharga. Si penyihir memaksanya menemukan mutiara.

Awalnya Ady merasa nyaman karena bisa kenyang makan dan tidur nyaman. Hidup bersama ayahnya dulu sungguh mengenaskan. Ayahnya menjual semua anaknya setelah dirasa tak berguna. Namun, Ady mulai cemas setelah menemukan rahasia si penyihir.

Rupanya ada kaitan antara si penyihir dan rahasia keluarga Ady yang disebut turunan keluarga hantu. Juga ada teka-teki berkaitan dengan kutukan, pangeran yang hilang, dan obsesi si penyihir.

Cerita ini juga sangat bagus. Ada unsur seperti dalam dongeng “Howl dan Kastil Bergeraknya’ karena ada perapian dan kastil. Tapi ceritanya benar-benar berbeda.

Kisah “Bulan Ada di Kiri” ini juga layak diadaptasi ke dalam bentuk anime. Oh iya ilustasi cerita ini juga sangat bagus meski agak seram.

“Temple Alley Summer ini adalah sebuah kisah fantasi yang sungguh imajinatif. Ceritanya tak kebanyakan dengan banyak unsur tak terduga. Ada cerita dalam cerita yang juga sama bagusnya. “

Detail Buku:
Judul: Temple Alley Summer: Musim Panas di Gang Kuil Kimyo
Judul Asli: Kimyoji Yokotyo no Natsu
Genre: Fiksi, fantasi
Penulis: Sachiko Kashiwaba
Ilustrator: Miho Satake
Penerjemah: Andry Setiawan
Penerbit: Penerbit Baca
Tebal Buku: 320 halaman

~ oleh dewipuspasari pada Februari 18, 2026.

15 Tanggapan to ““Temple Alley Summer: Musim Panas di Gang Kuil Kimyo”, Dongeng Super Imajinatif”

  1. waaah aku makin penasaran walau udah ada spoiler dikit alur ceritanya. Tokohnya kan anak kelas 5 SD, apa novel ini aman dibaca anak 10+? alurnya mudah dimengerti kah untuk anak-anak?

  2. Jujur aku suka sekali sama cover buku dan ilustrasi nya 🤩 maka tak heran kalau kakak memutuskan buat membaca buku tersebut dalam seharian. Mengingat ceritanya sangat imajinatif pasti bikin penasaran, 320 lembar yang bikin hanyut dalam berbagai rasa ya.

    Keren, salut sama penulis buku Temple Alley Summer: Musim Panas di Gang Kuil Kimyo. Cerdas banget sih, punya ide hingga eksekusi nya. Nggak ngebosenin dan yang ada bikin pembaca ketagihan pengen tahu akhirnya gimana. Aku jadi penasaran, beli buku nya dimana Kak?

  3. Wow tebal sekali bukunya. Genre fantasi gini membangkitkan imajinasi pembaca yaa.

    Dengan membaca novel ini kyk secara tak langsung belajar tentang budaya Jepang juga ya. Soalnya mereka kalau gak salah percaya kehidupan sesudah mati dan setiap benda mati tu ada rohnya.

    Sepertinya menarik juga pengemasan ceritanya karena sepertinya nggak bikin merinding karena hantu2an tapi malah penasaran tentang keajaiban kuilnya ya.

    TFS.

  4. Kalau sudah membahas karya-karya Sachiko Kashiwaba, rasanya sulit untuk meragukan kualitasnya. Ia dikenal sebagai salah satu penulis cerita anak paling berpengaruh di Jepang. Bahkan, salah satu novelnya disebut-sebut turut menginspirasi lahirnya film animasi legendaris Spirited Away.

  5. Kalo udah bicara karya Sachiko Kashiwaba, sudah dipastikan gak bakalan gagal deh. Beliau salah satu penulis cerita anak terbaik di Jepang. Bahkan salah satu karyanya jadi inspirasi sebuah film animasi Spirited Away

  6. Yang menarik, walau fantasi dan imajinasi, ternyata tetap menyelipkan tradisi dan kearifan lokal Jepang nya ya. Bukan semata-mata hasil imajinasi penulis.Semoga ada yang mau mengalihwahanakannya ke film ya Mbak Dew.

  7. Aih begitu ya mbak, ketika secinta itu sama sebuah buku. Saya bisa turut merasakannya. Bagaimana seringnya saya sukanya dari sampul dulu, baca sinopsis, kemudian menyelami isi bukunya, ketika suka ya jadi bisa seexcited itu terus membaca. Endingnya, ingin sekali agar orang lain ikut membacanya. Sebagaimana buku yang baru-baru ini saya selesaikan: Seorang Pria yang Melalui Duka dengan Mencuci Piring.

  8. Sudah baca review buku ini di sana-sini tapi masih maju mundur buat beli, tapi di sini kayaknya aku makin yakin, deh, Makasih ya Kak buat review-nya. Bisa buat bacaan mengisi libur lebaran nih, dan genrenya yang unik bisa jadi bahan diskusi yang seru sama anak-anak.

  9. Judulnya saja sudah mengundang rasa penasaran. Sepertinya perpaduan antara kisah hantu, misteri, dan persahabatan di buku ini dikemas dengan sangat imajinatif ya. Memang buku fantasi Jepang selalu punya cara unik untuk menyentuh hati pembacanya.”

  10. Aku sebenarnya kurang suka fantasi, tapi lihat cover dan baca ulsannya, kok ya jadi penasaran juga. Apakah jiwa yang datang itu sebenarnya minta tolong? Ah, bener-bener deh! Nanti coba cari ah

  11. Aku kayanya lama banget ngga baca cerita fantasi yang imajinatif gini. Lama-lama puyeng juga baca buku motivasi terus. Baca Gang Kuil Kimyo kaya diajak berjalan-jalan menyusuri misteri dengan kejadian serba Ajaib. Ntar anak-anak aku suruh baca juga lah, sekalian nunggu waktu berbuka.

  12. Menarik banget baca review, fantasi dan misterinya sukses bikin penasaran dan ingin membaca novelnya untuk menuntaskannya. Cerita horor yang nggak membuat serem tapi membuat pembaca larut dalam alur ceritanya ya. List bacaan wajib ini.

  13. Menarik yaaa mbaa…ada cerita imaginatif di balik cerita imaginatif hehe…ceritanya pun lain daripada biasanya karena biasanya orang yg berkemampuan khusus yang bisa melihat spirit tapi yang ini kebalikannya 🙂

    Cerita misteri horor namun tampaknya tidak terlalu menakutkan karena sptnya tidak ada adegan2 menegangkan spt cerita2 horor di indo 🙂

  14. Baca review novelnya saja sudah seru dan alur ceritanya menarik buat dibaca secara utuh. Apalagi tema yang diangkat itu misteri dan fantasi, saya rasa ini film gak seram tapi penuh dengan misteri yang buat orang penasaran untuk mengetahui cerita akhirnya. Saya rasa ini cerita harus saya baca. Penasaran dengan sosok Akari hehehe

  15. Cara Kak Dewi menceritakan novel ini terasa lembut tapi dalam. Aku seperti diajak masuk ke dunia yang asing tapi hangat di saat yang sama. Ada rasa tenang yang aneh, tapi juga bikin penasaran. Review seperti ini yang bikin sebuah buku terasa “memanggil” pembacanya tanpa perlu banyak persuasi.

Tinggalkan komentar