Kalian Sudah Pesan Kue Kering Lebaran?

Entah sejak kapan ya lebaran itu identik dengan kue kering. Padahal kan ada begitu banyak kue, kenapa pilihannya kebanyakan berupa kue kering? Meski demikian perkembangan kue kering ini menarik untuk diperhatikan. Ada semacam tren,meski ada juga jenis jenis dan rasa kue kering yang evergreen, alias klasik dan masih banyak disukai.
Apa kalian masih ingat era teh hijau? Duh apa-apa diberi teh hijau. Kue kering juga sama. Ada era kue kering dengan teh hijau. Meski ya, jarang berhasil karena perpaduan rasanya agak sulit. Untunglah tren kue kering dengan teh hijau ini tak lama.
Ada juga tren berupa kue sagu. Yang paling populer adalah kue sagu keju. Memang enak sih. Kuenya seperti lumer dan meleleh ketika bersentuhan di lidah. Rasanya juga cenderung gurih, daripada manis.
Dulu juga ada era kue kering dengan bentuk-bentuk lucu dan varian rasa. Kuenya memang enak, tapi harganya lumayan mahal. Fiuuuh kue kering kok mahal sekali per wadahnya.
Bagi aku yang masuk kaum mendang-mending, biasanya berharap dapat paket kue kering dari kantor hehehe. Lumayan. Jika pun masih kurang dan harus pesan,maka pilihanku rasa-rasa klasik, seperti sagu keju, nastar bundar yang isinya banyak selai nanasnya, bukan malah dicampur keju, juga kue kering cokelat, plus kue kering dengan mede atau almond. Kue kering lidah kucing dengan aroma vanilla juga kesukaanku.
Oh iya dulu budeku ahli bikin kue kering. Kue keringnya begitu khas karena diaduk tidak menggunakan mixer. Tidak begitu renyah dan aroma mentega-vanilli begitu harum. Bude dulu suka menghias kuenya dengan selai buatan sendiri atau misis cokelat. Bentuknya sering kali bentuk-bentuk klasik seperti bentuk bunga dan lonjong.
Eh kok aku jadi kangen ya kue kering ala Bude. Ehm apa bikin sendiri ya?!
