Siang Terik

Pukul dua belas siang lewat sedikit. Sudah masuk tengah hari. Matahari cukup terik. Tapi entah kenapa aku memilih duduk di sini.

Di sebuah embung. Aku duduk berteduh. Di depanku adalah air berwarna kehijauan dengan air yang terus mengalir dari patung maskot berupa burung.

Meski pagi sudah berlalu tapi angin sejuk sesekali mengalun. Kulihat beberapa pengunjung masih asyik memancing, aku penasaran ada ikan apa saja yang ada di situ.

Tempat ini gratis dan sering jadi tempat rekreasi keluarga dengan anak kecil. Mereka harus ekstra berhati-hati karena trotoar pejalan kaki meski lumayan lebar juga tak semua berpagar tinggi.

Hari makin siang. Tapi angin malah datang. Ah lumayan segar juga.

Coba kalau makin banyak tempat seperti ini. Gratis dan apik. Para warga pasti lebih suka main ke sini. Hanya pepohonan masih jarang dan belum tinggi. Kita tunggu saja nanti.

~ oleh dewipuspasari pada Oktober 4, 2026.

Tinggalkan komentar