Keblinger Bakso

Suatu ketika aku dan pasangan sedang ingin sekali menyantap bakso dengan kuahnya yang hangat. Mumpung belum makan juga sekian jam. Membayangkan bakso, aku jadi ingin makan berbagai variannya. Jadilah hari itu aku keblinger bakso, hingga perut membengkak kekenyangan.

Aku salah strategi. Hari itu rasanya aku juga serakah sekali. Seharusnya satu mangkok bakso sudah cukup bagi tubuh ini. Atau juga bisa dua mangkok bakso tanpa kawan-kawannya sama sekali.

Aku malah tergoda mie ayam juga. Jadilah aku memesan mie ayam Wonogiri dengan bakso urat. Eh teringat akan obsesiku, aku menambah pesanan bakso telur yang ternyata kemudian muncul dengan empat anaknya.

Seharusnya aku tak memesan mie ayam. Tapi mie ayam di tempat ini memang enak. Kuahnya sedap dan bumbunya cukup garang. Sawi hijau dan kerupuk pangsitnya juga royal.

Mie ayam dan bakso urat adalah pasangan yang selaras. Bakso uratnya berukuran besar dengan tekstur yang kenyal. Rasanya gurih dengan rasa manis samar-samar. Sedap.

Aku menyantap mie ayam bakso urat dengan gembira. Hingga kemudian menyadari perutku sudah kenyang setelah satu mangkuk tandas.

Waduh bagaimana dengan semangkuk bakso telur dan anak-anaknya?

Kami pun berkompromi. Aku dan pasangan membagi dua sebuah bakso telur dan bakso kecil. Kali ini aku membiarkan dulu pencernaanku beristirahat sebelum bersantap lagi.

Ukuran bakso telur besar karena di dalamnya ada satu telur rebus utuh. Baksonya sendiri jenis tekstur yang halus.

Seharusnya ada telur rebus dalam menu. Pasalnya, telur rebus itu sedap disantap dalam kuah kaldu. Rasa baksonya sendiri biasa, sulit disandingkan bakso urat yang juara satu.

Akhirnya bakso terakhir sudah berhasil kucerna. Kututup santap bakso ini dengan minuman hangat. Wah ketika berdiri, badanku terasa berat. Duh aku kekenyangan.

Aku merasa bersalah. Seharusnya aku tidak keblinger bakso alias makan bakso kebanyakan. Tapi ada sisi positifnya. Setelah itu kami jalan-jalan keliling kawasan tanpa tergiur jajanan. Eh kami beli kopi pinggir jalan sih untuk dinikmati di rumah.

~ oleh dewipuspasari pada Oktober 6, 2026.

Tinggalkan komentar