Ketika Bunga-bunga Liar dan Bunga Tepi Jalan Bermekaran

Sinar matahari sudah begitu terang pukul enam tiga puluh pagi. Aku melangkah menuju pasar untuk membeli ikan buatku dan para kucing. Mereka ngambek, bosan dengan ayam rebus, makanan kaleng, dan makanan kering. Sepanjang jalan kuperhatikan bunga-bunga bermekaran membuat jalanan berubah seperti taman, cantik.

Hawa memang begitu gerah dan sinar matahari begitu teriknya. Namun, di tengah cuaca yang kurang bersahabat, bunga-bunga malah bermekaran. Mereka sepertinya menyukai hawa panas nan lembab.

Meski sebagian bunga yang ada di pinggir jalan merupakan bunga liar, mereka sama cantiknya dengan bunga yang sengaja ditanam. Mereka beraneka rupa dan beragam warna. Membuat jalanan terasa semarak.

Aneka bunga zinia alias kembang ratna berwarna pink, kemerahan, kuning kejinggaan, dan putih merupakan bunga yang sering dijumpai di jalanan. Bunga ini rupanya berasal dari Amerika Latin seperti si tabebuya yang terkenal.

Entah sejak kapan bunga zinia ini masuk ke nusantara. Bunga ini banyak ditemukan, baik ditanam rumah maupun tumbuh liar di pinggir jalan.

Bunga kuning berwarna kuning cerah yang cantik menarik perhatian. Aku baru tahu namanya bunga lidah kucing atau juga punya nama lain bunga turnera atau bunga pukul delapan. Melihat kecantikan bunga ini aku jadi ingin menanamnya.

Bunga berikutnya adalah bunga kencana ungu alias pletekan. Bunga ini juga sering tumbuh liar. Dulu tanaman ini juga muncul tiba-tiba di halaman rumah. Sayangnya bunganya mudah rontok, jarang bertahan lama.

Warna bunga kencana ini tak hanya ungu muda dan ungu tua, tapi juga ada yang putih dan biru, cuma lebih jarang. Aku baru tahu jika bunga ini banyak khasiatnya, dari menurunkan gula darah, meredakan batuk dan masalah pencernaan hingga untuk mengobati luka.

Nah, bunga berwarna merah seperti bunga lilin rupanya bernama jahe kancing merah alias bunga pacing pentul, atau bunga pacing. Bunga ini juga berasal dari Amerika Latin. Warna dan bentuk bunganya mencolok dan unik. Bunga ini sepertinya sengaja ditanam karena jarang dijumpai.

Yang terakhir adalah bunga mondokaki atau bunga kincir angin. Bunga ini memang memiliki kelopak seperti baling-baling. Yang kutemukan berwarna putih. Sekilas mirip melati. Sama-sama cantik. Jika malam konon wangi.

Omong-omong wawasanku akan nama-nama bunga dan tanaman itu minim. Dulu ibu yang banyak mengajari. Tapi setelah dewasa aku baru merasa banyak tanaman yang aku tak tahu nama dan cirinya, ini membuatku malu sekali. Kini aku coba mempelajari nama, karakteristik, dan manfaatnya, siapa tahu ilmu ini berguna kapan hari.

Yuk coba cek di sekitar kalian. Ada bunga liar apa saja di sana.

~ oleh dewipuspasari pada Oktober 18, 2026.

Tinggalkan Balasan