
Malam ini senyap sepi
Hanya gemuruh angin mengiringi
Salju membuat suhu makin dingin
Dan si kakek tunawisma makin menggigil Lanjutkan membaca ‘Sebuah Malam’


Malam ini senyap sepi
Hanya gemuruh angin mengiringi
Salju membuat suhu makin dingin
Dan si kakek tunawisma makin menggigil Lanjutkan membaca ‘Sebuah Malam’
Ada dua film Indonesia lawas yang masuk daftar tontonan Jakarta World Cinema. Keduanya adalah Montir-montir Cantik dan Pengantin Remaja. Nah, yang terakhir ini bikin penasaran karena judulnya sama dengan film yang melambungkan nama Widyawati dan Sophan Sophiaan. Lanjutkan membaca ‘Pengantin Remaja Juga Ada Versi 1991’

Gara-gara kawanku pernah berjualan tepache, minuman fermentasi dari kulit nanas, aku jadi tertarik membuat minuman dari kulit nanas. Keinginan ini juga dipicu belakangan ini aku sering menyaksikan tayangan kuliner tentang memaksimalkan bahan makanan dari dapur. Lanjutkan membaca ‘Sari Kulit Nanas dan Lemon’

Lagi-lagi aku menyaksikan kartun lawas mancanegara. Algoritma YouTube membawaku ke tayangan animasi dalam judul yang tak kupahami. Tak ada dialog, tapi aku paham ceritanya. Dari copas judul kemudian menerjemahkannya rupanya animasi ini berasal dari Polandia. Nama kedua karakternya adalah Bolek dan Lolek. Lanjutkan membaca ‘Bolek dan Lolek’

Tahu itu bisa diolah jadi apa saja lho, termasuk makanan lembut seperti puding. Aku tahu itu dari manga Cooking Master Boy, ketika ada tanding masak dengan tahu. Ada yang bikin semacam lumpia, puding, dan juga mapo tahu. Nah ketika ada tahu di rumah, aku pun kemudian mengukusnya. Lanjutkan membaca ‘Puding dari Tahu’