
Hari ini kucing-kucing manja dan nakal sekali. Si Mumu nampak takut kumarahi. Ia ketahuan berbuat nakal lalu kuselentik. Ia langsung berposisi sebagai korban dan memasang wajah memelas sekali. Lanjutkan membaca ‘Kucing-kucing Liar’


Hari ini kucing-kucing manja dan nakal sekali. Si Mumu nampak takut kumarahi. Ia ketahuan berbuat nakal lalu kuselentik. Ia langsung berposisi sebagai korban dan memasang wajah memelas sekali. Lanjutkan membaca ‘Kucing-kucing Liar’

Menemukan tempat terbuka hijau tidak mudah di Jakarta. Apalagi di tempat yang padat penduduk. Untungnya di kawasan tempat tinggalku masih ada taman dan hutan kota, meski masih empat kiloan dari rumah. Ada juga danau yang kini makin komersial, makin banyak pedagang. Lanjutkan membaca ‘Piknik di Danau Buatan’

Malam telah larut
Aku mendengarkan lagu agar mengantuk
Para anabul ikut menemaniku
Mereka pulas lebih dahulu Lanjutkan membaca ‘Lagu Pengantar Tidur’

Jalanan mulai sepi, dikuasai kucing jalanan
Tak terdengar derai tawa ataupun alas kaki yang mengaspal
Aku masih terjaga ditemani kucing Mumu dan lainnya
Kutatap layar, tapi benakku melalang buana Lanjutkan membaca ‘Lagu, Emosi, dan Cerita’

Hujan mengguyur begitu derasnya. Hujaaannn basaaahhh… kucing-kucing pun berlarian masuk rumah dengan wajah mau menangis. Mereka tak suka bulu mereka basah. Jika tak kering benar-benar, rawan bau. Lanjutkan membaca ‘Hujan, Kucing Lelap’