Langit itu Dihiasi Kembang Api Anak Krakatau

Anak Krakatau saat ini memang dalam status siaga. Namun, status ini tidak membuat kunjungan wisatawan menurun. Malah kondisi ini membuat para wisatawan memburu suasana dan foto pemandangan langit yang berhiaskan kembang api alami dari Anak Krakatau.
Kembang api itu berasal dari bebatuan berpijar yang keluar dari magma Anak Krakatau. Hampir setiap 15 menit pemandangan itu terlihat sejak matahari hendak tenggelam. Langit yang gelap sejenak menjadi benderang dibarengi dengan suara dentuman.

Dentuman Anak Krakatau sendiri terdengar hampir setiap saat diiringi oleh asap. Karena statusnya yang siaga inilah para wisatawan hanya diperbolehkan mendaki hingga punggung gunung saja.
Di Anak Krakatau selain trekking, wisatawan bisa menikmati pasir pantai atau bermain dengan riak-riak ombak yang tidak terlalu besar. Namun hati-hati, jangan melewati batas yang telah ditentukan atau berada pada jam-jam saat Anak Krakatau muntah batu berpijar.

Selain menyusuri pantai dan trekking di Anak Krakatau, pilihan aktivitas yaitu snorkeling di Legon Cabe dan Pulau Kumang-kumang dan bermalam di Pulau Sebesi.
Menuju ke Anak Krakatau, Anda perlu menyiapkan waktu 9-10 jam untuk berkendara. Perjalanan diawali dengan menuju Pelabuhan Merak menyeberangi Selat Sunda. Setelah tiba di Lampung, Anda menuju Pelabuhan Canti. Di sana telah menanti kapal tradisional yang akan mengajak Anda mengarungi laut menuju Pulau Sebesi dan pulau-pulau kecil lainnya di sekitar Anak Krakatau.

Teks : Dewi Puspasari
Foto : Yusuf Ma’ruf
