Review Carrie: Kekuatan Telekinetik Mematikan

carrie-telekinetik

Carrie pernah menjadi salah satu film yang sangat beken tahun 70-an. Sissy Spacek memberikan pesona mematikan Carrie dengan kekuatan telekinetiknya. Beberapa waktu lalu, film tersebut di-remake lagi dan kali ini mengambil setting masa kini. Pemeran Carrie adalah gadis cantik bernama Chloe Grace Moretz sedangkan ibunya yang bermasalah dengan kejiwaan diperankan oleh artis senior, Julianne Moore.

Seperti dalam film originalnya, Carrie adalah gadis pemalu, introvert, dan sering di-bully oleh teman-temannya. Bedanya, Carrie di sini memiliki paras menawan. Ia awalnya mendapat pelajaran secara home schooling dari ibunya, hingga pemerintah setempat meminta Ibunya untuk menempatkan putrinya di sekolah umum.

carrie

Carrie White yang sederhana dan naif pun mulai beradaptasi di sekolah barunya. Namun hingga beberapa waktu lamanya ia tidak pernah memiliki teman. Semua temannya suka mengolok-oloknya, hingga suatu saat Carrie mendapat haid pertamanya. Carrie yang lugu dan tidak tahu-menahu akan perubahan tubuhnya sangat ketakutan. Ia mengira dirinya sakit dan akan mati. Teman-temannya mengejeknya habis-habisan. Bahkan Chris Hargensen, gadis kaya dan angkuh, merekam kejadian mengenaskan itu dan menyebarkannya ke media sosial.

Guru olahraga, nona Desjardin, menghibur Carrie dan menghukum para gadis yang mengerjai Carrie dengan serangkaian gerakan olah raga yang melelahkan. Hanya Chris yang enggan sehingga gurunya kemudian menghukumnya lebih berat. Ia dilarang ikut pesta perpisahan sekolah dan tidak boleh ikut kelasnya.

carrie-chris

Sementara itu, Sue Snell, teman sekelas Carrie, merasa bersalah atas kelakuannya. Ia merasa tidak enak ikut mengejek Carrie saat itu, dan berupaya memperbaiki kelakuannya. Ia meminta kekasihnya, Tommy Ross, untuk mengajak Carrie ke pesta dansa. Desjardin curiga atas sikap Sue, tapi ketika dikonfrotasi, mereka berkata hanya ingin menyenangkan Carrie sebelum mereka semua lulus.

Carrie yang bingung akan tawaran tersebut, mendapat dorongan dari gurunya. Ia pun merasa gembira dan mencari kain untuk membuat gaun pestanya. Sayangnya ibunya tidak menyetujuinya dan memaksa Carrie untuk tidak menghadiri pesta tersebut. Ibunya cemas Carrie akan mengalami perlakuan tidak menyenangkan dari teman-temannya.

Carrie sedih dan membantah nasihat ibunya. Ia ingin diterima teman-temanya. Ibunya pun memintanya berdoa atas kesalahan yang ia lakukan. Carrie yang telah memiliki kekuatan telekinetik kemudian tanpa sengaja mengunci ibunya dan menghadiri pesta. Akankah pesta tersebut membuat Carrie memiliki teman?

Saya mengharapkan film ini jauh lebih apik dibandingkan film originalnya yang tragis dan membuat saya bergidik sekaligus merasa simpati dengan sosok Carrie. Tapi di film ini alih-alih menyamai kualitas film pendahulunya, malah seperti kisah remaja tanggung. Tentang grup cewek populer yang suka mem-bully gadis-gadis sederhana, tentang pergaulan bebas remaja, dan juga orang tua yang super protektif.

carrie2

Chloe Grace Moretz di sini memang tidak memberikan seluruh kemampuan aktingnya seperti yang ia perlihatkan di Let Me In sebagai vampire remaja. Aktingnya sebagai gadis naif memang cukup baik, tapi perubahan karakternya sebagai Carrie yang marah kurang berhasil. Kurang sangar. Tokoh Sue dan pacarnya, Tommy, nampak seperti pelengkap cerita.

Chris yang diperankan oleh Portia Doubleday malah cukup menarik perhatian, dengan perannya sebagai gadis cantik yang kaya, menyebalkan, dan suka memandang rendah gadis lainnya. Dan yang paling mengundang emosi adalah Julianne Moore yang tampil sebagai Margaret White yang super protektif dan menganggap hal duniawi adalah dosa sehingga ia harus menebusnya dengan menyiksa diri. Dari segi cerita, ceritanya terlalu biasa dan mudah ditebak. Dan saya berharap tidak ada sekuelnya.

julianne

Detail Film:
Judul Film : Carrie
Sutradara : Kimberly Peirce
Pemain : Julianne Moore, Chloe Grace Moretz, Judy Greer, dan Portia Doubleday
Rating : 6,5/10

~ oleh dewipuspasari pada Agustus 8, 2014.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: