Potluck untuk Halal Bihalal

potluck-disaster

Seberapa penting sih halal bihalal untuk masa kini? Hemm menurut saya dengan semakin individualnya masyarakat nusantara, maka halal bihalal masih penting. Halal bihalal juga tidak menguras dana atau merepotkan tuan rumah seandainya para peserta saling berbagi makanan seperti tren akhir-akhir ini. Atau yang biasa disebut potluck

Istilah potluck mulai saya dengar ketika saya bergabung di couchsurfing tahun 2008. Meski hanya anggota pasif, di beberapa pertemuan yang saya datangi, mensyaratkan peserta untuk membawa makanan secara sukarela. Alhasil, saat makan siang kami tidak lagi mengeluarkan biaya. Cukup sajian beragam yang dibawa oleh para peserta. Sama-sama repot tapi juga sama-sama puas.

Nah, sejak tiga tahun lalu kampung kami juga menggelar halal bihalal secara potluck. Potluck-nya tidak diwajibkan. Namun karena dua tahun lalu yang sibuk hanya orang-orang itu saja, akhirnya tahun ini hampir semua keluarga mendapat tugas. Ada yang kebagian memasak nasi, memasak ayam goreng, ada yang khusus membuat sayur, menggoreng kerupuk, sambal, dan sebagainya. Bahkan karena semangatnya tiap-tiap keluarga untuk berbagi makanan, tahun ini makanan begitu berlimpah.

Ya, makanan begitu berlimpah sementara warga tidak semuanya hadir. Tapi para ibu tidak kalah cerdik. Seluruh lauk-pauk dan kue yang masih tersisa pun kemudian dibagi rata. Semuanya kebagian. Ibu-ibu pun tidak repot-repot memasak untuk lauk makan malam hehehe.

gambar diambil dari http://www.toothpastefordinner

~ oleh dewipuspasari pada Agustus 12, 2014.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: