Artikel Ke-400

nulis

Wah akhirnya artikel di blog ini sudah mencapai 400 buah. Sejak Februari 2008 hingga sekarang jadi sudah enam tahun tujuh bulan saya menulis di blog ini.

Menulis di blog memang menjadi salah satu cara termudah menuangkan gagasan atau merekam suatu peristiwa. Dan tidak perlu takut ditolak untuk dimuat hehehe. Saya juga bisa menulis sesuka saya tanpa harus terpatok pada tema tertentu. Tema di sekitar malah banyak menjadi sumber inspirasi untuk menulis.

Dari hasil analisa statistik, rupanya tulisan tentang Sangkuni mendapat posisi pertama disusul artikel tentang Kutai Kertanegara, Lagu Pengantar Tidur, dan Ketika Jatuh Cinta dan Patah Hati.

Rupanya demam film Mahabarata yang ditayangkan di salah satu televisi swasta membuat banyak penonton yang penasaran akan akhir riwayat para tokohnya. Saya sendiri telah menuliskannya sejak 2012 berdasarkan kisah versi RA Kosasih. Jadinya ada beberapa perbedaan dengan versi India.

Tentang Kutai Kertanegara, menurut saya adalah kerajaan besar di Kalimantan yang sejarahnya perlu diketahui banyak pihak. Lantas untuk artikel Lagu Pengantar Tidur, rupanya saya tidak sendirian yang sulit langsung terlelap hehehe. Dan cerita Ketika Jatuh Cinta dan Patah Hati itu hanya cerita fiksi. Ada beberapa pembaca yang mengira itu cerita riil:)

Akhirnya, terima kasih atas kunjungannya. Saya akan lebih variatif lagi menulis artikel. Mungkin akan banyak tulisan tentang review film atau buku karena stoknya sedang banyak. Atau tentang para pedagang. Wah saya senang di sini selalu dimanjakan oleh kehadiran pedagang keliling. Mereka sangat membantu untuk konsumen seperti saya yang malas keluar rumah hanya untuk membeli 1-2 barang.

Selamat membaca:)

 

gambar dari: a3bcfrontrow.wordpress.com

~ oleh dewipuspasari pada September 26, 2014.

6 Tanggapan to “Artikel Ke-400”

  1. Rajiiin sekali sampe bisa masuk angka 400… ^^

  2. Wihh sdh 400 aja. Semoga saja terus diberikan keberlangsungan dalam menulis.

  3. Selamat ya Puspa untuk postingan ke 400nya. Belom nyampe-nyampe euy akika. Hahaha..

Tinggalkan Balasan ke dewipuspasari Batalkan balasan