Kamar Mayat

1126032-Cartoon-Of-An-Outlined-Dead-Person-In-A-Morgue-Royalty-Free-Vector-Clipart

Beberapa waktu lalu aku terbiasa dengan kamar mayat. Bukan sebagai petugas rumah sakit ataupun dokter, melainkan mencari cerita di balik mereka yang sudah tak bernyawa.

Tiap hari aku menyapa mereka yang sehari-hari mencari rejeki di urusan permayatan. Orang-orang yang dulu kujauhi karena was-was dengan profesi mereka, tapi kemudian berbalik menjadi atmosferku.

Ada banyak kisah dari mereka yang sudah tak bernyawa maupun sekelilingnya. Sebagian kisah-kisah tersebut tragis, sehingga keluarga yang ditinggalkan begitu nampak sedih dan membuat yang menyaksikannya ikut merasa simpati. Akan tetapi yang paling menyedihkan adalah mayat-mayat yang tak pernah dijemput oleh keluarganya.

Setiap hari aku membaca daftar catatan mayat yang datang dan pergi. Kematian normal tidak pernah kutelisik, aku mencari sesuatu yang tidak diinginkan atau mungkin dibenci sebagian orang. Aku mencari sesuatu yang buruk. Dan hampir setiap saat hal buruk itu selalu ada.

Ada yang takut akan kematian. Tetapi adapula yang malah memburu dan menantang kematian itu. Desakan ekonomi, ketakutan, dan sejuta alasan lainnya membuat sebagian orang menyerah dan berbuat nekat untuk menantang malaikat kematian. Mereka yang berbuat nekat tersebut umumnya meningkat setiap tahunnya.

Kamar mayat di rumah sakit yang dulu kerap kukunjungi ada dua, satu yang terbuka dan lainnya yang berpendingin. Mayat yang diletakkan di laci-laci berpendingin telah meninggal beberapa hari sebelumnya. Ada yang belum diambil keluarganya, ada juga untuk keperluan otopsi.

Dulu aku tak pernah bergidik di lingkungan tersebut. Makan siang, bercanda bersama kawan, sambil pandanganku selalu awas mengawasi sesuatu yang mungkin bakal kurajut menjadi kisah.

Ada yang pernah bertanya tentang perasaanku ketika mencari kisah di antara orang-orang yang kesusahan. Buruk. Ya, buruk. Karena di balik simpatiku ada sesuatu yang kuburu.

Sudah bertahun-tahun aku tak kembali ke sana. Ruangan, petugas, kantin sederhana, pengunjung yang menangis, bahkan kera yang dulu pernah dipelihara di sana masih terekam jelas di benak.

Gambar dari clipartof.com

Iklan

~ oleh dewipuspasari pada Mei 2, 2015.

8 Tanggapan to “Kamar Mayat”

  1. Wiiihh, ngapain tu dikamar mayat tiap hari? Lg nglakuin penelitian ya? 😀

  2. wah, investigasikah?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: