Dengar Musik Cadas Lagi, Oh Ada “Dehumanized”-nya BMTH

Aku tak bisa menahan diri. Meskipun, malam mulai larut dan jalanan mulai sepi. Aku hanya ingin jadi diriku sendiri. Aku kembali memutar lagu metal, heavy metal, lalu beranjak ke deathcore, ini menyenangkan untuk charge energi.

Aku memutar “Artificial Suicide” dari Bad Omens, buat pemanasan. Bagaimana kalau selanjutnya “Surfacing” dari Slipknot? Lagu-lagu dari pasukan badut horor dari album pertama selalu manjur membuatku bersemangat dan tersenyum lebar.

Ok, sudah cukup menu pembuka. Waktunya menyantap hidangan utama. Aku memilih “God”, “Bow Down”, dan “Gasoline” dari I Prevail. Sejak menonton aksi live-nya sebagai band pembuka BMTH, aku jadi menyukai band ini meski waktu itu aku cemas melihat aksi moshing yang cukup brutal. Namun, favoritku masih “Self-Destruction”.

Bagaimana dengan Asking Alexandria? Wah aku juga suka band ini era “The Final Episode (Let’s Change the Channel)”. Musik dan suara vokalisnya fantastis. Energinya itu lho. Terus bagian “You need a doctor baby you scared?” ini paling menarik pada lagu ini.

Dehumanized” dan Tembang Deathcore BMTH
Cukup deh. Rencana awalku adalah mendengarkan album terbaru Bring Me The Horizon (BMTH) yang merupakan peringatan 20 tahun album debut mereka sebagai band deathcore. Album tersebut adalah “Count Your Blessings” yang dirilis tahun 2006.

Tahun 2006 aku belum menjadi penggemar BMTH. Entahlah aku lupa fase lagu-lagu yang kusukai saat itu. Sepertinya tembang emo hahaha.

Sejak suaranya dirumorkan bermasalah, Oliver Sykes memang beralih ke genre musik yang lebih kalem. Fans yang mengikutinya sejak awal kecewa, tapi fans baru banyak bermunculan. Aku tak suka era “Can You Feel My Heart”, “Throne”, dan “Happy Song”. Tapi, aku masih menikmati “Sleepwalking”.

Ketika mendengar suaranya dalam “Shadow Moses” aku tahu suaranya begitu parau dan ia terbantu oleh vokal latar Jordan Fish. Namun, entah mengapa suaranya yang ‘mentah’ itu malah cocok dengan lagu tersebut. Mungkin karena aku suka intro dan komposisi musik lagu ini, jadi kualitas suara nomor dua. Tembang “Shadow Moses” selalu kutunggu dibawakannya di konser dan aku bersemangat ikut bernyanyi.

Aku tahu Oli berupaya keras memulihkan suaranya. Ia sepertinya kangen dengan musik metal. Ini bisa terlihat dalam album mini “Post Human: Survival Horror” yang seperti tembang-tembang soundtrack games horor. Ia mulai berupaya lebih cadas dalam “Parasite Eve” dan “Kingslayer”. Dua lagu ini juga favoritku.

Lagu “AmEN!” dan “Kool-Id” juga lumayan, cuma sayang cukup berisik. Rasa dalam lagunya kurang. Tapi cukup bagus untuk latihan sebelum Oli menunjukkan niatannya mencoba ke genre awal mereka.

Ya, album “Count Your Blessings | Repented” ini merupakan versi terbaru dari album pertama band asal Inggris ini. Oli merekamnya ulang selain untuk peringatan dua dekade juga karena ia merasa kualitas rekaman saat itu masih kurang karena keterbatasan dana. Album ini juga pembuktian bahwa suara Oli telah kembali dan ia masih bisa bertaji di genre deathcore.

Aku mendengar beberapa lagunya, dari “Black & Blue”, “Slow Dance”, “For Stevie Wonder’s Eyes Only (Braille)”, dan “Pray for Plagues”. Aransemen baru ini lebih tajam, lebih hidup, dan Oli masih bisa grunt, growl, scream, seperti suara penyihir dan monster yang berbisik lalu mengucap mantra.

Ada tembang “Dragon Slaying” yang dalam album awal berjudul “Liquor & Love Lost”. Dan, menurutku lagu yang paling juara adalah tembang baru dalam album ini, “Dehumanized”. Segar, brutal, sekaligus selaras dengan tema distopia dan post human yang diusung BMTH belakangan ini. Meski ya, aku tak suka video musiknya.

Lagu berdurasi empat menit 38 detik ini membuatku banjir energi. Aku kagum bagaimana suara Oli bisa kembali prima seperti dulu. Gaya hidup sehatnya rupanya berhasil. Para personel BMTH lainnya seperti Lee Malia, Matt Kean, dan Matt Nicholls juga menggila. Pastinya tak mudah memainkan tembang-tembang “Dehumanized” dan tembang-tembang lawas era ini.

Malam makin larut. Kucing-kucing mulai gelisah. Mereka telah bersabar berupaya lelap dengan iringan lagu-lagu cadas. Berikan kami lagu pengantar tidur seperti lagu-lagu Enya dan Sting, atau doa-doa agar kami tak mimpi seram.

Ya, aku juga kelelahan. Mendengar lagu deathcore itu lima lagu berturut-turut rasanya cukup. Setelah itu aku malah kewalahan dan malah energiku terkuras, seperti nafas yang ngos-ngosan karena lelah berolahraga.

Gambar atas: dokpri
Gambar lainnya: dari BMTH dan NME.

~ oleh dewipuspasari pada Agustus 12, 2026.

Tinggalkan komentar