Oh Ada Ayam Juga di Taman

Ketika melihat tiga ekor ayam di Taman Pinang, aku nyengir. Mereka berjalan santai seperti akamsi. Kehadiran mereka di taman memberikan sentuhan unik. Oh aku seperti di kampung, di desa yang asri.

Rupanya di taman sekitar Lubang Buaya aku juga menemukan ayam lagi. Banyak lagi. Satu, dua, tiga, eh di sana ada lagi.

Ini membuatku tertawa geli. Taman dengan ayam ini ada di Taman Sundai, lokasinya tak jauh dari Monumen Pancasila Sakti.

Ayam-ayam itu bersama kucing mengerumuni pengunjung yang berpiknik. Mereka berkeliling dengan raut memelas, berharap ada makanan yang dibagi.

Tunggu, aku tak tertawa lagi. Aku terguncang dan kemudian merasa sedih. Ayam-ayam itu kasihan sekali. Dua anak mengejar ayam jantan, ia berlari pontang-panting, tampak tersiksa sekali.

Aku mendekat, kucoba menghalangi anak-anak itu agar si ayam bisa bersembunyi. Ooh upayaku tak berhasil. Anak-anak itu terus mengejar si ayam dengan gigih.

Ketika aku berjumpa lagi dengan mereka, krdua anak itu masih mengejar si ayam jantan. Aku merasa kesal. Sungguh jahat. Aku berteriak spontan, kasihan ayamnya. Keduanya melihatku dan pergi, fiiuuh si ayam selamat.

Entah kenapa aku ingin menjaga si ayam itu. Lihat ia berjalan dengan gagah. Si ayam jago tampak lega dan kembali bermartabat.

Ketika aku pulang, kedua anak kembali mengejar ayam. Kali ini ayam yang masih kecil dan menggemaskan. Duuh bagaimana ya memberitahu mereka bahwa perbuatan mereka itu kejam. Ooh pelakunya bukan dua anak itu saja, ada lagi anak lainnya. Ah aku jadi tak nyaman, sepertinya harus kulaporkan ke petugas agar hewan-hewan tersebut tak tersiksa.

~ oleh dewipuspasari pada Agustus 11, 2026.

Tinggalkan komentar