Dari Segi Rasa Masakan Indonesia Tak Kalah Nikmat

tumpeng

Dari segi rasa, masakan Indonesia, baik kue-kuenya maupun makanan utamanya tak kalah nikmat dengan ikon kuliner negara-negara lainnya. Namun sayangnya hanya sedikit masakan Indonesia yang terakui kelezatanya oleh warga dunia. Popularitasnya juga masih kalah dibandingkan masakan negara tetangga, seperti Thailand dengan Tom Yam dan Singapura dengan Kepiting Saus Pedasnya dan Laksa. Yuk bantu promosikan kuliner Indonesia sekaligus lestari kekayaan masakan nusantara.

Saat dapat rejeki untuk berlibur ke luar negeri saya kesulitan menemukan masakan Indonesia. Aneka masakan Asia yang mudah ditemui malah masakan Thailand seperti Tom Yam serta Masala dan Kari dari India. Suami yang sempat menimba pendidikan di Eropa juga berkata, bumbu masakan Tom Yam mudah dijumpai di supermarket dan begitu populer. Wah…wah…wah jadi iri dan penasaran apakah memang kuliner Indonesia kalah nikmat atau hanya kurang dikenal gara-gara minim promosi.

Sepertinya alasan kedua yang benar. Pemerintah kalah cepat dan kalah agresif dalam mempromosikan kekayaan bangsa Indonesia baik dari segi alam, budaya, dan kulinernya. Singapura, Malaysia, dan Thailand sangat gencar berpromosi, sedangkan Indonesia sepertinya malu-malu.

Dari segi kenikmatan, masakan Indonesia telah terakui kelezatannya. Gado-gado, Sate, dan Nasi Goreng cukup populer di kalangan ekspatriat dan menjadi masakan yang ditunggu-tunggu sebagai pelepas kangen jika mereka kembali ke Indonesia. Presiden Obama sendiri terkesan oleh kelezatan bakso. Soto Ayam juga selalu ditunggu-tunggu oleh warga Tiongkok jika ada pameran kuliner di sana. Sedangkan rendang daging sapi pernah dinobatkan CNN sebagai masakan terlezat di dunia pada tahun 2011. Nasi Goreng dan Sate Ayam juga sempat masuk peringkat ke-2 dan ke-19 berdasarkan survei CNN.

nasi goreng

nasi goreng

Meskipun ketiga kulinernya telah masuk ke peringkat duapuluh besar masakan terlezat di dunia, Indonesia tak boleh terlena dan seharusnya makin gencar mempromosikan masakan tersebut. Rendang sendiri mulai gencar diperkenalkan oleh Singapura lewat Burger Rendang, tentunya hal ini perlu diwaspadai.

Selain promosi yang gencar, masif, dan konsisten, pengusaha dan pencinta kuliner Indonesia juga perlu memerhatikan kemasan. Masakan Prancis terkenal oleh keindahan presentasi masakannya sehingga nampak menggoda. Sedangkan masakan Indonesia yang kita temui rata-rata tampil sederhana, baru setelah dicicipi lidah akan termanjakan oleh kelezatannya.

Jika kita tilik kuliner Indonesia, ada puluhan bahkan mungkin ratusan makanan khas Indonesia, baik yang populer dan mudah dijumpai, maupun yang sudah langka. Dari ratusan kuliner tersebut baru 30 makanan yang ditetapkan menjadi ikon dan lagi-lagi belum dipromosikan dengan gencar.

Kekayaan Kuliner Bisa Menarik Wisatawan
Saat berkunjung ke Thailand saya melihat di brosur yang dibagikan ke wisatawan ada paket wisata berupa kelas memasak. Ya, kelas memasak sajian khas daerah rupanya menarik minat wisatawan. Di Bali saya lihat juga mulai menerapkan kelas memasak bagi wisatawan.

Sejak ada beragam tayangan televisi yang menampilkan wisata kuliner maka para wisatawan lokal juga menjadikan acara icip-icip kuliner khas sebagai agenda perjalanan mereka saat berlibur. Umumnya wisata kuliner dilakukan di Bandung dan Yogyakarta dimana Bandung terkenal sebagai kota yang rajin berinovasi dalam hal kuliner dan Yogyakarta yang memiliki sajian masakan tradisional yang terkenal seperti Gudeg, Bakpia Patuk, dan Bakmi Godoknya. Mereka bahkan rela berburu tiket pesawat untuk terbang bersama Garuda ke Yogyakarta.


Mencintai Kuliner Tradisional dengan Promosi dan Lestari

Ada banyak kuliner tradisional yang lezat yang belum populer di mancanegara seperti Rujak Cingur, Mangut Lele atau Mangut Ikan Asap, Rawon, kue Timpan, kue Serabi dan sebagainya. Bahkan di dalam negeri masakan seperti Lendot, Koci, Lenthog, Lawa Gamai, Rujak Bulung, Beberuk, Sate Bulayak, Sayur Besan juga tidak populer dan mulai susah ditemui.

Mangut Ikan Asap

Mangut Ikan Asap

Masakan-masakan tersebut merupakan harta karun bangsa Indonesia karena ide dan proses memasaknya itu patut dihargai. Dan umumnya di masakan tradisional terdapat filosofi luhur seperti yang ada dalam Bubur Merah Putih, Klepon, dan Nasi Tumpeng.

Oleh karenanya jangan merasa rendah diri dan kurang bergengsi jika menyantap kue-kue dan masakan tradisional. Jika penampilannya diubah tentu bakal lebih cantik dan tak kalah dengan kue-kue modern.

Salah satu cara promosi dan lestari masakan Indonesia adalah menuliskannya dalam bentuk artikel atau keroyokan bersama teman-teman membuat antologi kuliner. Saat ini saya dan teman-teman sedang menggodok buku antologi kuliner tradisional sebagai wujud aku cinta Indonesia dan keinginan untuk melestarikan masakan tradisional Indonesia.



Iklan

~ oleh dewipuspasari pada Agustus 16, 2016.

5 Tanggapan to “Dari Segi Rasa Masakan Indonesia Tak Kalah Nikmat”

  1. Tulisan menarik, terimakasih atas partisipasinya dalam lomba blog Airpaz,
    Semoga menang dapat tiket pesawat gratis dari Airpaz yah 🙂

  2. kalo menurut saya malahan lebih enak makanan indonesia deh,,,hehehe
    mampir juga ke Ayam Goreng Unik yah kak 🙂 terimakasih

  3. siap86 🙂 kirim kontaknya aja kak biar gampang.hehehe

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: