Farah dan Kahve

kahve

Sinopsis dari sebuah rencana novelet:

Hidup Farah Amerita, lajang yang bekerja sebagai analis sekaligus programer di sebuah perusahaan piranti lunak, mulai berubah ketika ibunya yang tinggal berlainan kota menelponnya. Ayahnya meninggal. Meskipun ia tidak pernah melihat ayahnya sejak usia 10 tahun jiwanya sedikit berguncang. Ada masa-masa ia mengingat kenangannya sebagai gadis kecil ayah.

Ayahnya tidak meninggalkan harta uang melimpah, melainkan hanya meninggalkan masing-masing satu peti untuk ibu dan dirinya. Peti berukuran sedang tersebut berisi kenangan masa kecil Farah dan masa lalu ayah yang membuatnya bertanya-tanya asal usul ayah. Di antara barang-barang tersebut ada sebuah benda logam usang yang seperti pot. Farah hampir menyingkirkannya jika ibunya tidak berkunjung ke apartemennya.

Kata ibunya, Farah harus menyimpan benda tersebut karena memiliki kenangan khusus bagi mereka. Ayah membuatkan minuman dari benda tersebut ketika mereka baru menikah. Dan juga ketika Farah dilahirkan. Ia juga membuatkan minuman tersebut untuk mereka semua ketika Farah sembuh dari cacar. Minuman perayaan itu bernama kahve.

Farah tidak ingat bagaimana rasa kahve. Ibunya juga tidak tahu bagaimana membuatnya. Ibunya hanya ingat kahve itu campuran kopi dan gula, kadang dengan susu dengan rasa pahit dan manis, terkadang gurih dan sedikit pedas. Mulailah ia mencari tahu tentang kahve. Ia memasuki satu-persatu kedai kopi bersama ibunya saat akhir pekan. Dan akhirnya mereka menemukan kahve di sebuah kedai Turki yang sosoknya tertutupi bangunan tinggi di sekitarnya. Farah mulai meramu-ramu kahve dan bersahabat dengan pemilik kedai. Namun, ketika Farah mulai senang dengan warna dalam hidupnya, direktur baru di tempatnya bekerja memutuskan seluruh karyawan TI untuk bekerja di kantor setiap hari. Sebagian rekannya memilih mundur, dan Farah merasa frustasi dengan lingkungan barunya. Kahve buatannya tidak pernah enak karena emosinya yang meluap-luap.

Suatu saat ia membuat kahve di kantornya dan banyak rekannya yang tertarik. Bahkan atasan barunya menyukai kahve buatannya. Dengan kahve, si Farah akhirnya memiliki teman dan mulai betah dengan lingkungan barunya. Ia juga akhirnya mengetahui rahasia antara kedua orang tuanya dan juga asal-usul ayahnya. Akhirnya Farah dan ibunya memenuhi undangan pembuat kahve terenak. Mereka mengunjungi keluarga ayah ke Turki

Gambar dari shutterstock

Iklan

~ oleh dewipuspasari pada Februari 7, 2017.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: