Throne of Elves: Lebih ke Romansa Liya dan Lambert

Film animasi yang diangkat dari game populer, Dragon Nest, dikemas dalam bentuk trilogi. Setelah film perdananya, Warrior’s Dawn, maka kisah berlanjut dengan Throne of Elves. Pada film kedua ini cerita berpindah ke negeri para peri.

Tokoh utama dari film kedua ini adalah Liya dan Lambert yang beranjak dewasa. Liya peri cantik yang kakak lakinya hendak menikahi ratu peri menjalani hubungan jarak jauh bersama Lambert. Keduanya hidup terpisah. Lambert menjalani pelatihan sebagai pandai besi. Ia juga rajin belajar bela diri ke Barnac, salah satu dari pemburu naga.

Dalam cerita ini hanya ada Barnac, Lambert, dan Liya. Dua kesatria yang bisa berubah jadi naga, Argenta dan Gerrant tidak diketahui nasibnya.

Si ratu peri membiarkan Liya mengundang Lambert dan kawan manusianya. Namun kakak Liya mengingatkannya akan sulitnya hubungan antara peri dan manusia karena manusia tidak berumur panjang seperti bangsa peri. Saat pernikahan, keributan terjadi karena peri jahat yang mencuri permata naga dari Velsekuld pada film pertama membangkitkan kegelapan. Ia menyerang bangsa peri dan menculik ratu peri agar memberikan permata kehidupan bangsa peri. Lambert yang hendak menolong pun tak berdaya, bahkan ia disusupi unsur kegelapan.

Pertempuran ini hanya terjadi di bangsa peri. Rupanya prajurit peri yang kuat juga kewalahan menghadapi makhluk kegelapan.

Sebenarnya ceritanya biasa saja dan cenderung mudah ditebak. Masih bagusan film pertamanya yang lebih epik. Mungkin karena di film kedua ini lebih menonjolkan sosok Lambert jadinya bangsa peri jadi terlihat seperti dayang-dayang. Sosok Liya yang keren di film pertama juga terkesan biasa saja di sini.

Yang membuat film animasi ini masih menarik ditonton adalah panorama indah dari tempat tinggal para peri. Panoramanya menawan dan memanjakan mata. Kapal melayang milik Barnac juga masih ada dan digunakan dalam film ini. Oh ya dua anjing Lambert yang lucu juga banyak menolong di sini.

Ya film keduanya ini kurang menggetarkan. Tapi saya masih menanti film ketiganya apakah bakal bisa menjadi penutup yang berkesan.

Iklan

~ oleh dewipuspasari pada Maret 25, 2017.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: