Ide Bisnis dan Gagasan Besar Bisa Lahir dari Hasil Kolaborasi di Coworking Space

Wah pagi-pagi begini mumpung pikiran lagi fresh asyiknya cari ide bikin startup nih. Jasa sarapan daring sudah ada, marketplace sudah banyak. Bagaimana jika bikin startup yang benar-benar berbeda, seperti jasa salon kucing, jasa reparasi sepatu dan tas, atau startup mempertemukan penulis dengan production house? Waduh lagi asyik-asyik brainstorming begini, tukang tetangga yang sudah renovasi rumah, merusak konsentrasi dengan suara gergajinya.

Pengalaman seperti ini mungkin juga pernah Kamu alami, terutama yang sebagian waktunya digunakan untuk bekerja di rumah. Dulu saya menganggap bekerja di rumah itu paling ideal bagi social entrepreneur. Tidak perlu harus terjebak kemacetan menuju lokasi kerja, bisa bebas menentukan waktu bekerja, bisa bekerja sambil mengurus rumah, dan sebagainya. Akan tetapi rupanya tantangan terbesar dari bekerja di rumah adalah diri sendiri dan distraksi.

Musuh dari diri sendiri bisa berupa rasa malas, miskin ide, ngantuk, dan sejuta alasan yang membuatmu enggan untuk duduk sekian jam menulis, memotret barang untuk dijual, brainstroming, dan memikirkan perkembangan karier. Sedangkan distraksi itu sumbernya luar biasa banyak, seperti dari kebisingan di sekitar rumah, menanggapi kawan yang berkeluh kesah sepanjang masa, duo kucing si Nero dan si Mungil yang sepertinya selalu kelaparan, dan sebagainya. Bagi Kamu yang sudah punya momongan pasti distraksinya bakal lebih besar lagi.

Meski banyak gangguan ketika bekerja di rumah sebenarnya aku lumayan suka dibandingkan harus ke kantor tiap hari. Kecuali, kalau kantornya dekat dimana tidak sampai satu jam tiba. Masalahnya ini Jakarta, banyak pekerjaan idaman yang kantornya begitu jauh, belum lagi jam kerja yang rata-rata menuntut lembur.

Ada plus minusnya bekerja di rumah sendirian dan bekerja di kantor. Juga ada kelebihan dan kekurangan antara bekerja fulltime di kantor dan sebagai freelancer ataupun entrepreneur. Kalau aku sih masih lebih suka bekerja sebagai penulis, social entrepreneur, dan peneliti freelance, hanya terkadang seminggu sekali dua kali, aku ingin ganti suasana tempat bekerja.

Aku pernah sih mencoba bekerja di sebuah kafe. Bawa laptop, memesan minuman kemudian mulai bekerja. Eh ketika si kopi sudah habis mulai bingung, padahal baru sebentar mengetik, itupun masih menyesuaikan diri dengan suasana. Ujung-ujungnya jadi pesan minuman lagi plus snack. Setelah dihitung-hitung kok jadi mahal ya. Distraksi juga lumayan, aku kemudian asyik menebak-nebak judul lagu yang diputar di kafe, lalu browsing mencari video klip lagu tersebut. Eh kemudian datanglah kelompok anak SMA dan duduk di meja sebelah. Astaga ributnya dan mereka berlama-lama lagi. Brainstroming di taman atau hutan kota sendirian juga rawan digodain pria iseng, sedangkan kalau di perpustakaan malah asyik baca novel dan komik hihihi.

Coworking Space,Tempat Kerja Cozy untuk Berkolaborasi
Ketika mendapat undangan sebuah acara bincang-bincang di DLab, jalan Riau No 1 Menteng, aku langsung jatuh cinta dengan tempatnya. Tempatnya cozy, rasanya enak untuk bekerja di sini karena banyak colokan kabel, area minuman yang gratis serta sofa dan tempat duduk yang banyak. Aku bayangkan bekerja di sini membuat skenario pertamaku, mengolah hasil survei untuk penelitianku, dan ketika aku lelah tinggal mengisi gelasku dan mengobrol membicarakan gagasan dengan rekan sebelahku. Kemudian zip muncul ide baru yang lebih mudah diimplementasikan.

Coworking space DLab yang nyaman (sumber: EV Hive)

Ya, rupanya DLab adalah salah satu dari coworking space yang mulai bermuncukan di Jabodetabek sebagai tempat alternatif untuk bekerja. Apa sih coworking space itu? Yaitu, tempat untuk bekerja bersama-sama dimana Kamu juga bisa ikut bekerja atau ngantor di sana. Tempatnya didesain nyaman dan lengkap, dengan banyak kursi, colokan kabel, WIFI, laci untuk menyimpan barang, ruang pertemuan, juga pantry untuk membuat minuman. Atmosfernya dibuat senyaman mungkin sehingga Kamu bekerja dengan nyaman dan tenang dalam melahirkan ide.

Di sini umumnya tempat kerja sengaja dibuat tanpa sekat agar mendorong Kamu untuk berinteraksi dan kemudian berkolaborasi dengan orang-orang di sekelilingmu. Biasanya startup atau perusahaan teknologi pemula kebingungan dalam menentukan pangsa pasar kemudian mencari investor. Siapa tahu di sini Kalian menemukan jawabnya. Juga ada beragam kelas untuk meningkatkan skill dan membuka wawasan secara reguler. Konsepnya seperti sewa kantor, bedanya waktunya bebas dan biayanya jauh lebih murah. Bagi freelancer atau blogger boleh kok menyewa harian. Jadi jika bosan bekerja di rumah, sesekali bisa berganti atmosfer di coworking space.

Oh ya DLab Menteng itu salah satu dari coworking space milik EV Hive. EV Hive ini memiliki visi misi untuk mengembangkan ekosistem startup di Indonesia. Untuk itu selain memberikan tempat bekerja yang bisa disewa dengan harga terjangkau dengan fasilitas komplet, EV Hive juga menggelar berbagai workshop dan acara untuk meningkatkan skill dan wawasan para entrepreneur dan para profesional di era digital seperti kelas coding, kelas UX/UI, workshop How to Build a Startup,  dan sebagainya

Bisa berkolaborasi bertukar ide di coworking space (sumber: EV Hive)

Ada lima tempat coworking space milik EV Hive. Selain DLab ada di The Breeze-BSD City, The Maja-Kebayoran Baru , Jakarta Smart City Hive-Kuningan, dan Satellite di SCBD. Aku baru pernah berkunjung ke yang DLab karena paling dekat dan paling mudah dijangkau dari tempat tinggalku, dimana bisa diakses dengan kereta dilanjutkan dengan berjalan kaki atau naik ojek.

Bagi blogger, penulis, social entrepreneur maka Kamu bisa sesekali mencobai atmosfer bekerja di tempat yang berpeluang untuk bisa bertukar gagasan.Siapa tahu ada blogger atau penulis lainnya yang juga bekerja di coworking space EV Hive, kemudian Kamu diajak berkolaborasi di sebuah proyek besar atau diajak bergabung di startup berkaitan dengan dunia tulis-menulis. Asyik, kan?!

Wah kalau bisa selonjoran samnbil kerja asyik juga (sumber: EV Hive)

Ket: sumber gambar cover: Pexels

Iklan

~ oleh dewipuspasari pada September 4, 2017.

8 Tanggapan to “Ide Bisnis dan Gagasan Besar Bisa Lahir dari Hasil Kolaborasi di Coworking Space”

  1. emang bener mas, bekerja di rumah tuh malah lebih banyak gangguannya dibandingkan kantor tapi kantor juga gak kalah jenuhnya apalagi ini jakarta, kota yang gak pernah tidur. Untungnya ada EV Hive tempat kerja yang nyaman buat freelance. Buat saya adanya coworking malah ngebantu banget mas, disamping bisa nyelesain tugas dengan tenang juga dapat teman baru yang punya satu visi dengan kita jadi kalau ngobrol bakal nambah ilmu lagi dan tentunya suasanya malah ngalir dengan damai.

  2. Pengen nyobain ngeblog di sini… Kira-kira bakal kelar berapa artikel, ya, sehari?

  3. Luwas sekali tempatnya. Dan keliatan sangat kondusif. Sayang sekali di kotaku, Solo, belum ada yang seperti ini.

  4. pengen euy nyobain lagi ngetik2 blog dan terjemahan di coworking space… biar dapet angin segar dikit 😀

    • Iya nih ganti suasana itu ternyata pengaruh. Tadi berhubung si bos baru rapat maraton jadinya aku belum dapat kerjaan dan ngetik blog deh, lumayan bisa jadi 1,5 tulisan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: