Jadi Hemat Air Setelah Mengunjungi Desa NTB

Apa yang membuatmu suka melakukan perjalanan, terutama perjalanan seorang diri? Pertanyaan tersebut terkadang melayang-layang di benakku. Aku suka dan beberapa kali melakukan perjalanan solo ke berbagai kota. Perjalanan seorang diri itu sebenarnya merupakan aktivitas di luar zona nyamanku dan membuatku deg-degan setiap kali melakukannya. Namun, sebagian besar perjalanan tersebut memberikanku banyak pelajaran. Sebuah Aha moment, demikian orang-orang menyebutnya. Ada banyak perjalanan yang makin mendewasakanku, seperti perjalanan singkat yang kulakukan di Nusa Tenggara Barat beberapa waktu lalu.

Perjalanan ke Nusa Tenggara Barat telah beberapa kali kuulas. Di antara berbagai perjalanan yang pernah kulakukan, perjalanan seorang diri ke desa Poto Tano, Sumbawa Barat ini memang memberikan dampak besar kepadaku. Aku masih bisa membayangkan perjalanan tersebut ketika memejamkan mataku, sejak dari Mataram, kemudian menjelajahi Lombok Timur dengan elken dan kemudian menyeberang dengan kapal ferry sekitar tiga jam. Perjalanan ini bukan hanya memberikanku rasa kepercayaan diri plus bonus panorama indah, namun juga sebuah inspirasi yang membuatku terpekur, tentang sebuah lingkungan hidup.

Aku bermalam di penginapan sederhana yang dikelola nelayan bernama Pak Sapiola. Di rumah besar tersebut ia tinggal bersama istri dan anak-anaknya. Mereka menyambutku dengan tulus, seolah-olah aku sedang disambut dan berada di lingkungan keluarga besarku. Rina, anak perempuan kedua dari keluarga tersebut, mengajakku berjalan-jalan berkeliling desa sambil mengobrol ini itu. Lalu aku melihat sesuatu yang membuatku bertanya.

Rata-rata warga tidak memiliki sumur air tawar. Oleh karena posisinya di pesisir yang dekat laut maka air sumurnya rata-rata masih asin. Untuk mencukupi kebutuhan air tawar tersebut mereka umumnya membeli air berdrum-drum. Pada malam setelah matahari terbenam tersebut, aku melihat bagaimana sebuah keluarga mengisi bak mandinya dan wadah penampungan air dengan air yang dibeli tersebut. Aku lupa menanyakan berapa harga air perdrumnya. Tapi jika dikalikan tigapuluh hari, rasa-rasanya cukup besar.

Ketika aku membersihkan diri di kamar mandi sederhana milik keluarga Sapiola, aku mendapati air di bak mandi tidaklah banyak. Aku menggunakannya seperlunya, kuatir merepotkan keluarga mereka.

Pada saat pagi hari setelah asyik bermain di pulau Kenawa, aku pun berniat membilas diri dan hendak kembali ke Mataram untuk mengikuti sebuah konferensi TI. Dalam perjalanan pulang melewati desa-desa, aku melihat desa yang kering. Beberapa ternak seperti kambing masuk ke rumah mereka untuk meminta jatah air minum. Bahkan, ada seekor kambing besar menerobos masuk ke rumah Pak Sapiola untuk mencari-cari air minum. Duh, aku merasa trenyuh. Aku pun tersadarkan akan pentingnya air bersih dan betapa berharganya air bersih.

Sepulang dari desa nelayan Poto Tano di Sumbawa Barat, aku membawa oleh-oleh pentingnya menjaga kelangsungan air bersih. Sejak itu aku berupaya menghemat air dengan tidak sering-sering menggunakan mesin cuci dan menggunakan air pencuci sayuran dan beras untuk menyiram tanaman. Ah rupanya oleh-oleh liburan bukan hanya foto-foto indah, tapi juga sebuah pencerahan yang bisa jadi berbeda satu sama lain.

Oh ya pada kepergianku ke Sumbawa Barat, aku menggunakan pesawat terbang ke Mataram, Lombok, dan dilanjutkan dengan perjalanan darat dan laut ke Sumbawa Barat. Waktu itu aku mencari tiket pesawat murah dengan bantuan Skyscanner Indonesia. Aku sudah menggunakan situs ini sudah bertahun-tahun dan setia menggunakannya. Jika bingung, Kalian bisa melihat video ini.

Cara menggunakan situs ini juga mudah. Kita tinggal memilih kota asal dan kota tujuan serta waktunya. Maka kemudian situs ini akan memberikan semua informasi tentang pesawat yang sesuai dengan rute kita. Kita bisa mengurutkannya berdasarkan waktu dan harga. Kita juga bisa memilih antara penerbangan langsung dan yang melalui transit. Prosesnya mudah dan sangat membantu. Waktu aku ke India, aku juga sangat terbantu oleh Skyscanner sehingga mendapatkan tiket yang murah dengan menggunakan multi rute.

Sambil menulis kisah ini aku jadi ingin melakukan perjalanan lagi. Perjalanan bukan hanya soal menambah portofolio foto-foto indah, akan tetapi juga pendewasaan diri.

Iklan

~ oleh dewipuspasari pada Oktober 2, 2017.

46 Tanggapan to “Jadi Hemat Air Setelah Mengunjungi Desa NTB”

  1. saya kemarin habis jalan sama water.org gara gara ikutan ini juga jadi ikutan hemat air

  2. Pengen ke sana jugaaa…. Daerah Timur aku cma pernah ke Kalimantan, itu pun sebentar, rasanya banyak banget tenpat yang wajib dikunjungi ya, hehehe

  3. Traveling gini emang selalu membuka mata dan membuat kita jadi lebih bersyukur ya mba πŸ™‚

  4. Terkadang hal2 positif jadi kita lakukan setelah dpt insight pasca trveling yaaa

  5. Dulu waktu masih single, saya suka banget melakukan perjalanan sendiri, tapii saat masih ada almarhum bapak pasti jdi kepikiran.
    Saya pun yang memutuskan pakai air pdam mesti berhemat2 ria biar tagihan gak bengkak juga menghemat sumber daya alam

    • Melakukan perjalanan solo memang lebih deg-degan, kuatir ada apa-apanya. Tapi dari perjalanan seorang diri itu biasanya ada ‘sesuatu’ yang diperoleh. Yuk solo travelling lagi mba Ivonie:)

  6. cerita traveling yg bagus. Sukak dengan pesan moralnya “Hemat air”.

  7. Betul banget, travelling tidak hanya sekedar poto indah dan view

  8. Aku termasuk yang cerewet untuk urusan air. Kadang kan orang biarin air keran mengalir gitu aja saat cuci muka atau sikat gigi. Nah mereka harus tau cerita ini nih.

  9. Bener banget nih, kemarin pas lewat NTT aku numpang toilet di rumah warga. Dia bilang, air itu beli, disimpan di tandon.
    Rasanya langsung tahu diri, ga enak pakai air banyak-banyak.

    • Sedih ya, di sini air melimpah ruah saat hujan gitu, gimana ya caranya biar air bersih bisa disimpan. Kasihan mereka yang sejak dulu harus berhemat-hemat air.

  10. Air memang sangat penting, harus bijak pakai air.

  11. Wuihhh sumbaaa.
    Aku pengen banget bisa jalan-jalan ke wilayah timur Indonesia. Tampaknya traveling di sana bisa membuka Mata Dan hating lebih luas karena dari tradisi aja juga beda, termasuk ekonomi, cuaca.

  12. Nah, btul kita harus bersyukur ya mba. Hemat air..

  13. Temoatnya kerwn mba, pengen kesana juga neh

  14. Perjalanan memang selalu berhasil mendewasakan yaa, itu jg yg bikin aku ketagihan jln2 terus. Hehe

  15. Wah daerah sana emang cakep2 ya, apalagi tuh foto terakhirnya, ca’em banget!
    Ngomong2, emang tiap perjalanan yg kita lakukan biasanya mempunyai kesan tersendiri πŸ™‚

  16. subhanallah bagus banget ya Indonesia itu πŸ™‚

  17. Indahhhh bangettt, pengen deh suatu saat bisa kesana. Pasti bikin aha moment deh 😊😊

  18. Klo gak punya pengalaman lgsg kaya gini, kita gak akan sadar ya mba betapa berartinya air. Hal kecil seperti tidak mematikan kran dengan benar sering banget tanpa sadar kita lakukan. Pdhl iti termasuk pemborosan air juga.

    • Iya nih mba Wian, waktu lihat banyak kambing masuk ke rumah warga nyari air, kamar mandi yang bak mandinya airnya tidak penuh dan sebagainya membuatku sedih. Duh di rumah kalau lagi nyuci baju pakai mesin cuci pakai air banyak. Jadinya sekarang lebih sering cuci manual dan tidak sering-sering mencuci agar lebih hemat air.

  19. Pengalaman yang sungguh berharga ya, kita jadi tau bahwa saudara kita di daerah lain tsk seberuntung kita yg bisa mendapatkan air bersih yg cukup. Perjalanan yg menyenangkan dan menginspirasi

  20. Terima kasih ya sudah ikutan Blog Competition “Aha Moments” Skyscanner Indonesia. Good luck πŸ™‚

  21. Jejak. Terima kasih atas partisipasinya. πŸ™‚

  22. Sumba cantik banget ya!

    memang deh traveling itu guru terbaik di dalam hidup. Kita bisa kontemplasi saat traveling sendirian.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: