Era Digital, Narablog Makin Berpeluang dan Berdampak

Hujan yang menyisahkan gerimis menyisakan kemacetan. Aku menahan nafas melihat roda empat dan roda dua yang begitu rapat memenuhi jalanan. Jas hujan yang membungkus badanku membuatku mulai membuatku terasa pengap. Ketika akhirnya ojek daring itu mengantarkanku tiba di rumah, aku merasa lega. Apalagi disambut dua anak kucing yang lincah. Ulah keduanya membuatku terinspirasi untuk membuat tulisan.

Aku menyukai membaca dan membuat tulisan. Dulu aku punya buku catatan untuk menulis diary secara amatiran. Ketika mulai memasuki kuliah dan banyak kesibukan, aku tak pernah lagi mengisinya. Tapi kegiatan menulis kemudian kembali berjalan, dengan format yang berbeda.

Dulu aku pernah bercita-cita menjadi wartawan. Saat SMA aku sempat bergabung dengan ekskul majalah dan mengikuti sebuah pelatihan jurnalistik tingkat dasar. Sayangnya saat kuliah, aku tak lolos seleksi menjadi jurnalis universitas. Tuhan menggantinya dengan menjadikanku wartawan di sebuah media harian besar.

Karir wartawanku kemudian berhenti karena aku kemudian memilih menekuni kembali bidangku di bidang teknik informatika. Namun, menulis tetap menjadi bagian nafas. Kehadiran platform blog kemudian memudahkan jalan. Aku pun mulai membuat tulisan pertamaku sebelas tahun silam.

Dulu aku terobsesi menjadi wartawan gara-gara sejak kecil membaca Tintin

Aku masih ingat sensasi menerbitkan tulisanku kali pertama. Ia hadir di ranah maya tanpa perlu susah-susah melewati proses pemilihan oleh redaktur dan proses editing yang memerlukan waktu dan tenaga. Aku tersenyum senang blogku lahir ke dunia maya.

Hampir tiap minggu aku membuat tulisan anyar. Idenya darimana saja, bisa dari ulah kucing atau keseharian. Setiap selesai menulis dan kemudian terbentang di blogku, rasanya lega dan puas. Meskipun pembacaku hanya segelintir dan sangat jarang yang memberikan jejak, aku senang-senang saja. Menulis memberikan hiburan dan kepuasan yang sulit digantikan.

Hingga suatu ketika, sesuatu itu berubah,
berubah ke arah yang lebih menyenangkan.
Perubahan itu memberikan banyak peluang,
dari sebuah tulisan memberikan banyak manfaat.

Perubahan itu terjadi sekitar lima tahun silam, sekitar tahun 2014. Aku merasakan perubahan itu. Dinamika manis itu terjadi pada era digital, ketika penetrasi internet semakin merata dan akses internet semakin mudah dan cepat. Kehadiran ponsel pintar dengan harga terjangkau juga menandai era digital.

Pembacaku mulai melonjak secara signifikan. Dari yang jumlah pembaca hanya puluhan perhari kemudian menjadi ratusan setiap harinya hingga kemudian mencapai angka seribu. Ada berbagai komentar yang hadir, di antaranya membuatku termenung karena komentarnya menyentuhku dan lainnya menginspirasiku untuk membuat tulisan.

Aku menulis apa saja termasuk ketika mendapatkan hadiah liburan ke Macao

Aku mulai merasa resmi menjadi blogger alias narablog. Jika dulu tulisanku lebih banyak bersifat suka-suka, kemudian muncul rasa tanggung jawab lebih karena yang membaca bukan hanya kawan-kawanku, tapi semua orang yang terakses internet. Siapapun bisa membaca tulisanku di ranah maya. Perbedaan bahasa tak lagi menjadi kendala karena ada bantuan penerjemahan. Aku mendapati pembacaku bukan hanya dari Indonesia, tapi juga dari Malaysia dan negara-negara lainnya. Aku tersenyum ketika membaca komentar dalam bahasa Melayu yang merasa terbantu ketika membaca tulisanku tentang langkah-langkah membuat blog pribadi.

Pembacaku darimana saja, aku punya tanggung jawab moral. Untuk itu, aku mulai mengasah kemampuanku menulis dan meningkatkan kualitas tulisanku, agar mereka mendapatkan sesuatu yang lebih ketika membaca tulisanku. Ya, memang ada tulisan suka-suka yang sifatnya ringan dan keseharian, tapi tulisan detail tentang suatu hal yang bermanfaat juga mulai kuperbanyak.

Ada banyak cerita yang bisa dibagikan via blog

Aku kemudian mulai berekspansi menulis di kanal blog keroyokan seperti Blog Detik, Adira Face of Indonesia, Yuk Makan, Openrice, dan Kompasiana. Beda platform, beda suasana. Menulis di blog sendiri rasanya berbeda dengan blog keroyokan, ataupun platform menulis lainnya.

Komunitas blog pun makin bermunculan. Kehadiran komunitas-komunitas tersebut makin memberikan banyak peluang kepada narablog baik dari segi menambah penghasilan maupun meningkatkan kemampuan baik kemampuan menulis maupun pengetahuan tentang menjadi narablog yang makin bermanfaat.

Momen Spesial Itu
Ada banyak hal yang membuatku bangga sebagai narablog. Momen spesial itu hampir selalu ada tiap tahunnya dan memberikan kenangan indah.

Aku masih ingat kali pertama meraih hadiah dalam sebuah lomba penulisan artikel. Rasanya luar biasa. Aku begitu senang karena setelah berkali-kali mengikuti lomba, akhirnya ada juga tulisan yang berhasil menarik dewan juri.

Hadiah lomba yang tak terduga dan membuatku senang ketika aku berhasil meraih juara pertama flash blogging dan meraih hadiah notebook. Saat itu pesertanya begitu banyak dan sebagian merupakan penulis senior yang sering memenangkan kompetisi menulis. Aku menulis tanpa beban dan ketika nama pemenang dibacakan dari belakang dan tak ada namaku hingga juara kedua, aku merasa kesempatanku lenyap. Saat nama juara pertama dibacakan dan ternyata itu namaku, aku begitu senang.

Aneka momen blog yang menyenangkan (sumber: Danone, Agung Han, Kompasiana)

Hadiah yang tak ternilai juga ketika mengikuti akademi menulis yang diadakan sebuah perusahaan nutrisi.Setiap peserta diminta untuk menuliskan karya akhir tentang nutrisi atau air yang penuh referensi tapi dengan gaya yang mengalir.

Aku merasa sesak nafas saat mengerjakannya karena pada saat itu ada banyak pekerjaan analisa di kantor. Aku mengumpulkan data dari berbagai narasumber, jurnal, artikel, dan berita terkini. Ketika draft pertamaku mendapat banyak kritikan, aku hampir menyerah. Aku kemudian mencoba menulis dengan gaya khasku. Ringan di awal kemudian tajam dan bernas. Ketika namaku disebutkan aku merasa gembira, apalagi pada saat itu pasanganku juga ada di ruangan yang sama. Kerja kerasku menghubungi narasumber sana-sini, menyarikan berbagai referensi berbahasa Inggris, dan kemudian merangkaikannya menjadi bahasa yang lebih awam rasanya terbayar.

Banyak momen spesial ketika aku menjadi narablog. Aku ingat ekspresi ceriaku ketika mendapat undangan menghadiri makan siang bersama Presiden pada akhir 2015. Aku senang ketika menjajal tol Cipali kali pertama bersama kawan-kawan narablog. Aku juga merasa mendapat kehormatan ketika diundang menghadiri halal bihalal oleh acara yang dihelat Kedutaan Australia. Aku merasa terharu ketika mengikuti upacara bendera di Pengalengan. Para masyarakat begitu antusias menyambut peringatan kemerdekaan.

Ketika kemudian aku mengisi acara bincang film Indonesia, aku deg-degan. Begitu pula saat dipercaya menjadi moderator acara diskusi tentang perfilman dan kemudian berhasil menjadi nominasi penghargaan bergengsi di bidang yang sama, aku gelisah sekaligus senang. Dua hal ini membuatku makin mantap menjadi narablog.

Berkumpul dengan sesama narablog juga merupakan momen menyenangkan

Selain momen spesial yang ‘wah’, ada banyak momen spesial lainnya yang lebih sederhana namun hangat. Menghadiri acara komunitas dan bertemu kawan-kawan sesama narablog itu bagiku juga kesempatan yang menyenangkan. Kami berkumpul di tikar kemudian sibuk bercanda atau serius membuat acara komunitas. Hal-hal semacam itu tak kalah menyenangkannya.

Narablog Pada Tahun Politik, Aku Tergelitik Menulis TI
Ranah politik sangat jarang kusentuh. Ranah ini sebenarnya menggiurkan dan bisa jadi pundi-pundi uang. Apalagi saat ini tahun politik dan artikel tentang politik akan laris-manis. Tapi tanggung jawab moralnya juga tak kalah berat.

Alih-alih menulis tentang politik, tahun ini aku akan mencoba lebih banyak membahas tentang teknologi dari sisi praktis. Ada banyak sisi menarik dari pekerjaanku dan latar belakangku saat ini di ranah TIK (teknologi informasi komunikasi) yang bakal menarik untuk dibagikan.

Dunia TIK bukan sekedar membahas aplikasi daring atau fitur-fitur gawai terkini. Ada banyak hal yang bisa ditulis, misalnya kultur sumber daya manusia TIK di Indonesia, hal-hal yang membuat India menjadi salah satu negara dengan penghasilan besar dari bidang TIK, dan juga permasalahan-permasalahan yang kiranya terbantu dengan teknologi TIK atau malah terusik oleh kemajuan teknologi TIK.

Aku ingin mencoba menulis lebih banyak tentang penerapan TIK dari berbagai sudut pandang

Adanya pinjaman daring sebenarnya apakah menguntungkan atau malah mengancam? Dengan gawai berakses internet apakah tingkat kompetensi SDM Indonesia makin unggul atau malah makin terpuruk karena lebih banyak menggunakannya sekedar bermedsos ria?

Isu menarik lainnya tentang penerapan TIK untuk kelestarian flora dan fauna langka. Ada berbagai usulan untuk menerapkan TIK berupa dashboard yang salah satunya berisikan peta penyebaran plasma nutfah tersebut, sehingga bisa diketahui jumlah dan habitat flora fauna tersebut dan dilakukan langkah antisipasinya.

Membuat peta digital penyebaran satwa yang dilindungi juga perlu strategi berbagi data, tentang data apa saja yang bisa diakses publik dan mana yang perlu pembatasan akses

Ironinya, aku membaca di sebuah makalah, peta digital ini malah bisa membahayakan keberadaan flora fauna jika tidak diberlakukan tatakelola data. Data tentang peta digital penyebaran hewan yang dilindungi bisa jatuh di tangan orang yang salah. Yang terjadi kemudian hewan tersebut makin terancam karena oknum yang tak memiliki akses resmi ke aplikasi tersebut menyalahgunakannya. Dalam hal ini perlu dibuat strategi berbagi data, mana yang bisa diakses publik dan data mana yang aksesnya dibatasi.

Tahun 2019 ini aku berupaya untuk mulai lebih banyak dan lebih percaya diri menulis di bidang teknologi informasi komunikasi. Namun hal-hal yang menjadi kegemaranku seperti membuat artikel tentang kucing-kucingku, membuat ulasan perfilman, mengulas buku, mengulik cerita perjalanan, dan mengupas aneka makanan tetap akan kulakukan.

Ke depan aku optimis akan semakin banyak teknologi TIK yang diaplikasikan. Namun teknologi tidak selalu menjadi sebuah jawaban permasalahan, bahkan bisa jadi sebaliknya. Sebagai narablog aku merasa perlu menyampaikan berbagai sudut pandang tentang penerapan teknologi TIK, agar teknologi tersebut memberikan manfaat sebesar-besar dengan meminimalkan risikonya.

Ada banyak peluang sebagai narablog era digital. Peluang tersebut bukan hanya mendapatkan jumlah pembaca yang lebih banyak serta mendapatkan pundi-pundi uang dari adsense dan lainnya, namun yang tak kalah penting yaitu membagikan ilmu dan wawasan.

“Ketika ilmu dituangkan dalam artikel blog maka peluang dibaca oleh warganet di seluruh dunia akan lebih besar. Manfaat artikel di ranah maya akan lebih terasa dibandingkan jika hanya tersimpan di benak setiap individual”.

Iklan

~ oleh dewipuspasari pada Januari 25, 2019.

13 Tanggapan to “Era Digital, Narablog Makin Berpeluang dan Berdampak”

  1. Iya teh,jadi kadang aku cari yang topik aman aja deh,hehe.

  2. keren mbaaa
    ga salah ngefollow blog mbak ^^
    jadi makin semangat ngeblog hehe
    makasih banyak mbak inspirasinyaa

  3. Mantab kak pernah ke Ausie, kerennnnn. Tetap menginspirasi yah kak 🙂

  4. Tetap semangat Mbak dengan tulisan-tulisannya. Saya selalu tertarik membaca prespektif Mbak akan segala sesuatu. Good job 👍

  5. Pengalaman Mbak Dewi sbgai narablog luar biasa ya, apalagi sdh 11an thn. Dan ttp konsisten. Waw… hebat.

    Sy jd penasaran, gmn sibuknya Anda ya sehari hari dan nulis terus. Oya, full time blogger ya, Mbak? Salut dech ya..

    • Belum full time blogger, masih sebagai hobi dan sampingan, pekerjaan utamaku masih sebagai konsultan TI saat ini hehehe. Itulah kenapa aku berupaya untuk lebih banyak menulis tentang perkembangan TIK mulai tahun ini.
      Biasanya aku nulis pagi hari sebelum berangkat atau kadang pas jam makan siang atau jelang tidur malam. Kalau lagi longgar atau akan keluar kota aku suka membuat beberapa tulisan sekaligus kemudian kujadwalkan sehingga kelihatan nulis tiap hari, padahal sebenarnya aku menulis 2-3 artikel sekaligus.

  6. Saya tunggu artikel selanjutnya mengenai TI ya mbak. Karena saya suka bidang itu

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: