Hawa Panas

Belakangan ini hawa panas menyerang. Sinar matahari pagi yang biasanya lembut kini terik menantang. Seperti matahari sudah di atas kepala. Padahal bulan Oktober hampir usai dan November menjelang.

Perubahan iklim itu nyata meskipun mungkin berlangsung perlahan. Oleh karena berbagai kerusakan alam dan juga adanya fenomena alam lainnya kemudian terjadi cuaca ekstrem di berbagai tempat. Kini Indonesia mengalaminya, dengan panas menyengat tak seperti biasanya.

Dulu di Malang temperatur rata-rata 27 derajat. Kemudian ketika di Jakarta dan Surabaya aku merasai suhu yang lebih panas, kadang-kadang mencapai 34 derajat. Tapi kali ini suhu bisa mencapai 38 derajat, bahkan di Bekasi mencapai 40 derajat lebih. Astaga sudah seperti di Timur Tengah dan India.

Aku pernah merasai hawa yang begitu terik dengan suhu mencapai 43 derajat. Saat itu aku di Taj Mahal, India. Suhu yang begitu panas membuat jalan-jalan berasa kurang nyaman. Kelamaan di luar bikin pusing bahkan sakit kepala. Sinar matahari juga menyilaukan. Tapi pada saat itu air minum terasa begitu minatnya. Luar biasa rasanya, padahal air putih biasa.

Serangan hawa panas di Jakarta dan kota lainnya ini tidak bisa diremehkan. Ada sebab dan akibat. Bagaimana jika suhu ini kemudian menjadi umum dan menjadi suhu rata-rata? Suhu ini akan memaksa tubuh kita menyesuaikan diri, bagaimana dengan yang tak mampu?

Di beberapa negara beberapa waktu lalu ada yang sampai meninggal karena cuaca ekstrem ini. Mungkin awalnya pusing, muntah-muntah, sakit kepala atau dehidrasi akut?

Suhu panas juga akan berpengaruh ke makhluk hidup lainnya. Tanaman dan hewan bakal merasai juga dampaknya. Cuaca panas rawan kebakaran lahan.

Di cerita-cerita Laura mereka beberapa kali mengalami gagal panen. Di antaranya karena serangan hawa panas.

Agar terhindar dari dampak buruk serangan hawa panas ini kurangilah beraktivitas di luar saat ini. Jika harus menunggu di luar maka carilah tempat yang teduh dan gunakan tabir surya, topi, atau payung untuk mengurangi paparan sinar matahari. Jangan lupa banyak minum dan mengkonsumsi makanan bergizi.

Selamat beraktivitas kawan-kawanπŸ™‚

Gambar: News24

~ oleh dewipuspasari pada Oktober 25, 2019.

6 Tanggapan to “Hawa Panas”

  1. Iya ni. Akhir2 ini terasa pnas bnget suhu kita. Di Lamandau, Kalteng jg sama ni. Baru thn ini yg terasa agak beda. Perubahan iklim mmang nyata ternyata, tdk hnya kata BMKG.

  2. Yah namanya juga musim paceklik mungkin hehe

  3. Betul banget kak.. saya tinggal di yogya tepatnya cukup dekat dgn pantai selatan. di sini ga hanya panas yg melanda, tapi campur angin gede pula.. ga seperti biasanya banget..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: