Elemen Dasar dalam “Frozen II” dan “Avatar”

Ketika menyaksikan “Frozen II” bulan November lalu aku senang ceritanya jadi lebih kompleks dan terkesan misterius. Hanya kemudian sepertinya Disney mendapat alarm bahwa film ini bukan film dewasa, ia jenis film segala umur. Alhasil kesan suramnya pun agak nanggung.

Usai menyaksikan “Begonia and Big Fish” aku merasa ada sedikit kemiripan di antara keduanya. Mungkin “Frozen II” sedikit terinspirasi dengan film animasi dari negeri Tiongkok tersebut. Dalam film “Begonia” langit negeri mistis yang berbatasan dengan samudera penduduk bumi tersebut jebol sehingga air samudera pun membanjiri negeri tersebut. Hal ini dikarenakan ada seseorang yang menyalahi hukum alam sehingga kemudian alam pun mengamuk.

Sama halnya dengan kisah dalam “Frozen II”, nenek moyang Elsa dan Anna berbuat kesalahan sehingga kemudian elemen-elemen dasar tidak stabil. Negeri Elsa terancam banjir bandang, kemudian terkena badai topan dan sebagainya.

Dalam kisah kelanjutan “Frozen” ini cerita bergulir tentang elemen. Elsa memiliki kekuatan es. Ketika Elsa bepergian ke hutan misterius ia bertemu dengan pemilik elemen dasar lainnya,ada elemen angin, elemen tanah atau bumi, dan elemen api juga elemen air. Elsa adalah elemen kelima yang melengkapinya.

Cerita tentang elemen dasar ini membuatku teringat akan film serial animasi “Avatar: The Last Airbender” dengan tokohnya Aang yang polos. Kelanjutannya adalah sosok heroine bernama Korra.

Dalam dunia avatar terdapat empat kerajaan yang mewakiki empat elemen dasar, api, air, bumi atau tanah, dan angin atau udara. Avatar memiliki kekuatan keempatnya. Ia muncul secara bergantian dari tiap kerajaan tersebut. Hingga suatu ketika giliran negeri udara yaitu sosok si Aang.

Anak laki-laki ini awalnya ketakutan dan cemas tak mampu menjalankan tugasnya. Apalagi saat itu terjadi peperangan. Ia pun kemudian dibantu kawan-kawannya.Fokusnya tetap pada elemen dasar tersebut bagaimana agar terjadi keselarasan dan harmoni.

Di dunia ini elemen-elemen memang sebaiknya seimbang. Jika air kebanyakan maka bisa terjadi banjir. Angin terlalu kencang bisa menjadi topan dan ketika bercampur air maka menjadi badai topan yang berbahaya.

Cerita ini mengajarkan agar kita menjaga alam dan menjaga kesimbangannya. Jangan sampai terjadi bencana hanya karena kecerobohan.

~ oleh dewipuspasari pada Januari 21, 2020.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: