Sejauh Mana Tantangan Film Biopik Seperti “Habibie & Ainun”

Habibie & Ainun
Di Indonesia genre film biopik masih sedikit. Padahal banyak tokoh yang pantas untuk dibuat biopik. Membuat film biopik sama halnya dengan film sejarah, perlu riset agar hasilnya cukup akurat. Selain itu, apabila sosok yang diangkat jadi biopik waktu itu masih hidup tentu bakal akan dibanding-bandingkan, seperti dalam film “Habibie & Ainun”.

Hingga saat ini yang sudah dibuatkan film biografinya atau yang lazim disebut biopik, di antaranya pendiri bangsa Soekarno, Tjokroaminoto, juga tokoh pahlawan seperti Kartini dan Cut Nyak Dien. Ada berbagai tantangan terutama pada masa pra produksi, yaitu riset untuk menunjukkan detail pada masa itu.

Dalam film “Habibie & Ainun”, misalnya. Detail ini penting agar penonton seolah-olah memasuki jaman yang sama seperti yang dialami tokoh Habibie pada masa bertemu lagi dengan Ainun. Misalnya dari segi kostum pada masa itu, yaitu tahun 1960-an. Kostum Ainun pada waktu itu tentunya ada perbedaan dengan tahun-tahun sesudahnya. Situasi Indonesia tahun 1960-an, juga pastinya lebih lengang dan transportasinya tidak seperti masa sekarang. Belum lagi dengan urusan kultur dan situasi politik masa itu.

Detail dalam film ini pernak-perniknya cukup banyak, di antaranya dari segi kostum, gaya rambut, tren, transportasi dan bangunan pada masa itu, serta dari sisi dialog. Melenceng sedikit saja, misal menggunakan dialog yang kata-katanya baru muncul pada tahun-tahun sesudahnya, tentu bisa menjadi bahan tertawaan penikmat film dan sejarah.

Belum lagi tantangan berat bagi Reza Rahadian sebagai Habibie yaitu menirukan gaya berbicara dan tingkah laku dari Habibie yang khas. Oleh karena Eyang Habibie pada waktu itu masih hidup, tentunya ia juga akan memberikan pendapat tentang penampikan Reza. Penonton juga akan membanding-bandingkan penampilan fisik dan gerak-geriknya.

Habibie & ainun
Sutradara film ini adalah Faozan Rizal yang sebelumnya berpengalaman dalam berkecimpung sebagai penata kamera film-film sejarah dan film yang memerlukan detail. Sebelum “Habibie & Ainun” ia menjadi penata kamera “Ayat-ayat Cinta” dan “Sang Pencerah”. Ia juga punya tim sineas yang solid seperti penulis naskah Ginatri S. Noer dan Ifan Adriansyah yang cakap yang berbasiskan buku memoir karya Habibie; tim kostum dikomandani Retno Ratih Damayanti yang juga piawai menggarap kostum film sejarah; serta tim untuk menyusun set dan sebagainya yang tentunya melibatkan riset sebelum masa produksi.

Reza Rahadian juga aktor yang dikenal pekerja keras. Ia memelajari mimik Habibie yang khas, gayanya yang khas dengan gerakan tangannya dan sebagainya. Memang untuk penampilan fisik ia tidak begitu persis, namun ia mendapat pujian dari keluarga Habibie untuk gerak-geriknya. Orang terdekat Hasri Ainun juga memuji Bunga Citra Lestari yang gerak-geriknya di film dinilai juga cukup mirip dengan Ainun muda.

Membuat film biopik tantangannya adalah dari sisi detail dan keakuratan sejarah, belum lagi soal penampilan fisik dan masih banyak lagi. Tapi tentunya film ini memiliki bobot dan kualitas tersendiri jika dibandingkan dengan film drama lainnya. Di film “Habibie & Ainun” ini penonton selain terhibur, juga mendapat tambahan wawasan tentang situasi masa itu, termasuk awal mula Habibie dikenal sebagai sang jenius dan pelopor industri penerbangan di Indonesia.

Habibie dan ainun

Gambar dari Tribun dan Tirto

~ oleh dewipuspasari pada Juni 26, 2020.

4 Tanggapan to “Sejauh Mana Tantangan Film Biopik Seperti “Habibie & Ainun””

  1. wah nonton ini gak pernah bosan.. menarik.

  2. di habibie ainun 1-3 reza lagi bukan?

Tinggalkan Balasan ke deddyhuang.com Batalkan balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: