Sei

Sei
Jelang tahun baru lalu sebuah platform layanan pengantaran makanan menyebutkan masakan khas NTT, sei, menjadi salah satu makanan yang poluler. Ketika jalan-jalan di sekitar rumah di Malang, rupanya ada dua kedai yang menyajikan sei. Aku pun tertarik mencobanya.

Kakak menyarankan untuk memesan sei di tempat yang lebih awal dibuka. Aku berjalan kaki sekitar 15 menitan menuju ke sana bersama keponakan.

Mereka menjual sei sapi dan sei ayam. Sei rupanya adalah teknik mengasap dengan kayu bakar karena sei artinya asap. Asap panasnya yang mematangkan bahan makanan tersebut. Ia diasap cukup lama hingga matang.

Sebelum dimasak dengan teknik pengasapan, daging sapi atau ayam dimarinasi alias direndam dulu dengan bumbi seperti bawang putih, garam, dan merica plus bumbu rahasia. Lalu dibiarkan dulu agar bumbu meresap. Yang bisa dimasak sei macam-macam, bisa aneka jenis daging, unggas, dan ikan.

Masakan ini umum dijumpai di Timor, Rote, dan Kupang. Kini ia dijumpai dan sempat menjadi hits pada paruh kedua tahun 2020.

Aku yang bingung memilih akhirnya memilih menu sei sapi dengan berbagai sambal. Ada sambal matah dan sambal bawang. Sedangkan keponakan memilih sei ayam.

Cukup lama menunggu. Yang tadinya sepi kemudian menjadi cukup rame. Kursi diatur sehingga cukup berjarak. Rata-rata yang memesan adalah driver platform yang menyediakan jasa memesan dan mengantar makanan.

Akhirnya siap juga. Kami pun pulang. Di rumah kulihat sei sapi berupa daging sapi yang diiris tipis-tipis. Sebagai teman sei ada tahu goreng, sambal, tumis daun singkong, dan kol putih alias kubis yang diasap.

Ketika kusantap, aroma asapnya terasa. Ada guratan rasa manis dan aroma asap yang khas. Eh rupanya aku pernah mencoba masakan ini tapi dulu tak tahu bila namanya sei.

Enak juga sebagai selingan makanan.

~ oleh dewipuspasari pada Februari 12, 2021.

4 Tanggapan to “Sei”

  1. Lagi populer juga ini di kota saya. Dan saya juga suka. Beda aja rasanya dengan olahan daging yang biasa saya nikmati

  2. Sei is love sei is life ๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚

Tinggalkan Balasan ke Zaleha Hasyim Batalkan balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: