Kenalan dengan Crystal Lake, Band Metal Asal Jepang

Crystal lake Sebenarnya di ajang Soundrenaline 2023, ada banyak penampil yang nggak kukenal. Aku hanya membeli tiket hari pertama. Selain 30 Seconds to Mars, aku hanya kenal dan tahu lagu-lagu Endah N Rhesa dan Saint Loco. Tapi entah kenapa aku penasaran dengan band metal asal Jepang bernama Crystal Lake. Keputusanku benar, aku langsung jatuh hati dengan band satu ini

Band metal core ini didirikan tahun 2002. Awalnya vokalis mereka adalah Shinya Hori tapi karena ada masalah kesehatan kemudian ia mengundurkan diri. Saat ini Crystal Lake digawangi oleh John Robert Centorrino (vokal) , Yudai Miyamoto (gitar), Hisatsugu Taji (gitar), Mitsuru (bas), dan Gaku Taura (drum).

Di antara para anggota, hanya Yudai Miyamoto yang merupakan personel lawas sejak band ini berdiri. Lainnya baru bergabung rata-rata baru tahun 2021 dan John baru tahun 2023. Wah mereka cepat kompak.

Selama 21 tahun berkiprah di kancah metal, mereka telah sukses merilis lima album. Album terakhir mereka adalah Helix yang dirilis tahun 2018.

Ehm terus terang aku tak tahu banyak tentang band satu ini. Hanya aku suka dengan aksi panggung mereka yang energik. Sesekali musik mereka memiliki unsur elektronika sehingga memberikan kesan dinamis dan selingan yang menyegarkan setelah kuping digeber dengan raungan gitar dan vokal ala metal core. Tahu sendiri kan kuping bisa lama-lama lelah jika kelamaan mendengar lagu-lagu ala metal core.

Crystal lake

Crystal lake
Aku paling suka ketika mereka membawakan Agony, Watch Me Burn, dan Hail to the Fire. Komposisi musiknya tidak begitu melelahkan, relatif mudah diterima oleh telinga, dan juga dinamis. Ketika mendengarkan lagi lagu-lagu tersebut di rumah juga tetap enak didengar. Sedangkan lagu-lagu lainnya perlu mood khusus dan lebih nyaman jika dengar langsung secara live.

Gambar: dokpri

~ oleh dewipuspasari pada September 5, 2023.

Tinggalkan komentar