Tiga Jam Berkeliling dari Museum M.H Thamrin hingga Museum Kebangkitan Nasional
Hari Minggu lalu aku melakukan penjelajahan berjalan kaki seorang diri. Ruteku dari Museum M.H Thamrin, lalu menuju Museum Sumpah Pemuda, kemudian singgah ke Baltic Ice Cream, baru menuju Museum Kebangkitan Nasional. Total perjalanan hampir tiga kilometer.
Sebenarnya jam berkunjungku kurang ideal karena kulakukan tengah hari. Matahari sedang lumayan panas-panasnya. Tapi enaknya jalan kaki di kawasan Kramat itu trotoarnya lebar dan masih ada pepohonan sehingga tak kuatir dipepet oleh kendaraan dari belakang dan depan.
Nah tujuan pertamaku adalah Museum M.H. Thamrin. Dari dulu aku penasaran dengan museum ini karena tidak terlihat dari jalan utama. Rupanya lokasinya tak jauh dari Pasar Kenari. Kalau dari Kramat memang harus masuk ke dalam baru terlihat.
Awalnya aku ingin mencoba rute dari Stadiun Cikini melewati jalur bekas kereta Salemba, tapi belum kesampaian. Mungkin lain waktu mencoba lagi ke sini.
Ketika ke sini museumnya sungguh sepi. Pengunjungnya hanya aku sendiri. Di sini koleksinya tak banyak, kebanyakan adalah koleksi pribadi. Oh iya siapa M.H Thamrin? Beliau adalah pahlawan asli Betawi. Beliau termasuk kawan Bang Karno. Dia berjuang mengangkat kesejahteraan kalangan Betawi dengan memperjuangkan hak-hak seperti air bersih dan sanitasi. Ceritanya lebih lengkap mungkin kutulis nanti
Nah berikutnya aku menuju Museum Sumpah Pemuda. Di sini ceritanya adalah pergerakan kaum pemuda dengan lahirnya Jong Betawi, Jong Celebes dan sebagainya yang kemudian mengadakan kongres dan melahirkan Sumpah Pemuda. Di sini juga ada sudut tentang WR. Supratman.
Museumnya relatif cukup besar dan terawat. Jumlah pengunjung lumayan ada sekitar belasan saat ke sana. Ada juga yang sedang berlatih paskibra.
Selanjutnya aku singgah ke Baltic Ice Cream untuk beristirahat dan tentunya membeli es krim. Aku langsung dengan cepat menghabiskan dua es krim lalu membungkus banyak es krim untuk kusantap di rumah. Wah es krim kacang merah, cokelat, dan kopyornya juara. Enak banget. Harganya berkisar Rp 7-10 ribu.
Tujuan terakhir adalah Museum Kebangkitan Nasional dari Baltic Ice Cream tak sampai satu kilometer. Saat itu ada pameran tentang musik nusantara, jadinya aku lumayan lama di sini. Setelah belajar kedokteran dan membaca kisah Budi Utomo, waktunya mendengarkan musik dari era pra kemerdekaan hingga tahun 60-an.
Wah perjalananku meski hanya tiga jam dan tiga kilometeran berlangsung menyenangkan. Minggu ini ingin keluyuran lagi berjalan kaki ke beberapa tempat bersejarah.
