Mengelola Waktu dengan Menentukan Sorotan

Make timeApakah kalian pernah merasa ada hari-hari di mana kalian tidak begitu ingat apa yang kalian kerjakan saat itu? Atau kalian merasa waktu sudah berlalu begitu cepat, tahu-tahu sudah hampir akhir tahun? Kalian tak sendiri aku juga mengalaminya. Karena itu aku suka membaca buku atau tips cara menjauhkan dari distraksi dan menjaga fokus. Hari ini aku membaca seharian buku berjudul Make Time ini dengan tujuan mendapatkan inspirasi cara mengatur waktu.

Buku ini ditulis oleh Jake Knapp dan John Zeratsky. Keduanya adalah pegawai di perusahaan TI. Mereka selama ini banyak menggunakan teknologi dan menggunakan kalender bersama untuk membantu mereka bekerja. Tapi suatu ketika mereka merasa waktu terus berlalu dan ada kalanya mereka merasa bulan-bulan berlalu begitu saja. Ada banyak hal yang mereka ingin kerjakan tapi hanya jadi sebuah keinginan. Lalu mereka memikirkan cara mengatur waktu.

Akhirnya mereka memilih metode. Setiap hari mereka menentukan kegiatan utama yang disebut sorotan. Kegiatan rutin tetap bisa dilakukan, tapi kegiatan utama yang jadi sorotan harus diutamakan.

Sorotan ini bisa berupa kegiatan yang penting dan mendesak. Bisa berupa pekerjaan atau sesuatu lainnya. Sorotan juga bisa berupa sesuatu yang sudah lama ingin dikerjakan, memberikan rasa puas dan kebahagiaan.

Nah setiap hari seseorang perlu menentukan sorotannya masing-masing. Andaikata tak terpikir sorotah hari itu juga tak masalah apabila mengerjakan pekerjaan rutin. Nah agar bisa menyelesaikan sorotan dengan baik maka perlu laser. Laser ini ibarat pena laser yang menyinari.

Caranya untuk menyelesaikan sorotan tentu dengan menjaga fokus dan menghindari distraksi. Misal jangan sering-sering cek hape. Fokus selama satu jam tanpa terhubung jaringan internet dan sebagainya.

Agar tetap fokus dan bisa menyeesaikan sorotan tentu juga perlu energi. Energi bisa berupa makanan juga tentunya dengan menjaga fisik, tidur cukup dan berolah raga. Yang terakhir adalah evaluasi atau yang di sini disebut renungan.

Sebenarnya metode yang mereka gunakan di sini bukan sesuatu yang baru. Hanya namanya saja yang beda. Sorotan adalah prioritas dan laser adalah menjaga fokus. Renungan adalah evaluasi

Bukunya lumayan tebal. Buku yang diterbitkan Gramedia Pustaka Utama tahun 2022 ini setebal 364 halaman. Tapi jangan kuatir, kalian bisa membaca bagian yang kalian rasa perlu detail dan contoh. Lainnya bisa skip dengan membaca poin-poin dan paragraf pertamanya karena memang banyak yang bertele-tele.

Kalian juga bisa baca buku ini cuma-cuma di perpustakaan digital iJakarta. Sorotanku hari ini ya baca buku ini. Untunglah sudah tuntas.

Nah coba buat sorotan tiap hari. Siapa tahu rencana yang dulu seperti hanya mimpi bisa dikerjakan saat ini. 

~ oleh dewipuspasari pada November 18, 2023.

Tinggalkan komentar