Refund
Seminggu lalu aku nonton konser BMTH di Jakut. Ini adalah konser yang sangat kutunggu-tunggu, tapi ya akhirnya seperti itu. Tempatnya kurang kondusif, banyak asap rokok padahal di ruang tertutup. Tapi yang mengecewakan tentunya konser yang tak utuh.
Kalau dipikir-pikir lagi pastinya yang sudah pesan jauh-jauh hari tiket hari kedua pasti lebih kecewa. Ada yang dari luar kota dan sudah datang ke Jakarta pada Jumat malam. Mereka sejak Jumat malam pastinya tak bisa tidur nyenyak, sibuk menduga-duga konser bakal batal atau jalan.
Ya, memang akhirnya konser hari kedua batal. Uang tiket penonton akan dikembalikan. Bagi penonton dari luar kota ini pasti masih kabar tak menyenangkan, berapa banyak uang yang keluar untuk bepergian dan menginap. Belum lagi waktu dan tenaga. Tapi ya setidaknya masih ada tanggung jawab dari penyelenggara.
Bagaimana dengan penonton hari pertama. Sebenarnya konsernya tak begitu buruk seandainya penonton lebih tertib, tempatnya lebih lapang, dan panggungnya lebih besar. Kecewa sih tapi nggak yang sampai kecewa banget seperti penonton hari kedua. Tapi aku salut dengan niat penyelenggara untuk memberikan refund meskipun nilainya 25 persen bagi penonton hari pertama.
Omong-omong tiket konser kenapa setelah pandemi mahal banget ya. Dulu masih banyak kisaran 300-500 ribu, kini jutaan. Tapi setelah BMTH, aku belum tertarik untuk nonton lainnya. Ehm jadi ingin nonton orkestra atau sendratari Majapahit lagi, sudah lama tak menyaksikan.
